Posted on: 20 October 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Serantas III

Kampung Sawah Selain bermata pencaharian sebagai nelayan, sebagian masyarakat Serantas bekerja membuka kebun dan bertani. Dulu, sebelum nelayan mendominasi, di sebuah daerah masyarakat memanfaatkan tanah yang subur untuk membuka persawahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Daerah tersebut menjadi sebuah kampung yang dikenal dengan nama Kampung Sawah. Saat ini, lokasinya masih dapat…

Posted on: 13 October 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Serantas II

Gunung Pengayuh Nama lain dari Gunung Pengayuh adalah Gunung Mayuh. Pengayuh diambil dari sebuah kejadian nyata salah satu pendatang di Serantas yang saat itu pergi ke gunung. Orang tersebut berasal dari Tarempa. Ia menemukan pengayuh emas di sebuah batang kayu. Pengayuh emas tersebut dibawa pulang. Namun anehnya semakin mendekati pemukiman,…

Posted on: 6 October 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Serantas I

Pulau Genteng Pulau Genteng merupakan pulau tidak berpenghuni yang berada di depan Desa Serantas. Pulau ini dinamakan Genteng karena bentuk pulaunya yang pada bagian tengahnya merupakan dataran rendah seakan hampir putus jika dibandingkan bagian kiri dan kanannya yang menjulang. Genteng merupakan bahasa daerah di Serantas yang dalam bahasa Indonesia dapat…

Posted on: 30 September 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Kapal Stoomschip Sri Lanjut

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Pada masa pentabdiran Datuk Kaya Wan Suan bin Wan Liman di pulau Bunguran, telah datang dan berlabuh sebuah kapal uap yang bernama SS (Stoomschip) Sri Lanjut. Kapal ini membawa utusan Sultan Riau Lingga yang bernama Tengku Said. Sebelum ke Sedanau, kapal SS Sri Lanjut yang…

Posted on: 29 September 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Bunguran Selatan II

Batu Raja Seorang penduduk terkejut saat para lanun menyerang pulau mereka. Ia berlari tidak tentu arah. Tanpa disadari ia berlari ke sebuah batu yang berada di laut. Lanun yang melihat salah satu penduduk kampung terperangkap di atas batu, langsung mengarahkan langkah ke arahnya. Karena usaha menaiki batu tersebut selalu gagal,…

Posted on: 23 September 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Dato Kaya Wan Ahmad bin Wan Suan

oleh Wan Eddy Wan Izaz Dato Kaya Wan Ahmad pernah dicatat dalam catatan Belanda dan juga dalam catatan kerabat Kerajaan Riau Lingga, tapi tidak pernah didendangkan oleh anak cucunya sendiri serta penulis sejarah Bunguran atau Natuna. Wan Ahmad adalah buah pernikahan Wan Suan dan Wan Kama. Dari sebelah ayahnya silsilah…

Posted on: 22 September 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Bunguran Selatan

Batu Bayan Burung bayan sering hinggap di batang kayu ara berukuran besar yang akar-akarnya menjalar atau melingkar-lingkar sampai ke batu besar yang berada di dekatnya. Keberadaan burung bayan di daerah tersebut ternyata membuat penduduk yang berdekatan dengan batang kayu ara sekitar merasa terganggu. Agar penduduk kembali tenang menjalani aktivitasnya, batang…

Posted on: 1 September 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Kekah dalam Cerita Rakyat Natuna dan Habitatnya

oleh Destriyadi Imam Nuryaddin Cerita rakyat warisan leluhur dalam bentuk lisan yang merepresentasikan aktivitas masyarakat kolektifnya pada masa dahulu. Sekiranya kita sulit memperkirakan kapan, setidaknya kita bisa menduga bagaimana masyarakat bertahan pada masa dahulu. Warisan ini sejatinya masih bersama orang-orang yang sempat mewarisi cerita tersebut dari keluarga atau penutur lainnya.…

Posted on: 14 July 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Tari Cik Abu Sebagai Identitas Kesenian Bunguran Utara

oleh Deri Adesti Kesenian merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang memiliki bentuk kreativitas yang beraneka ragam. Kesenian sudah hadir sejak zaman dahulu kala sebagai sarana hiburan bahkan sudah ada yang menjadikan kesenian sebagai salah satu tradisi yang dimiliki oleh suatu daerah. Saat ini kesenian sudah berkembang dengan menampilkan berbagai…

Posted on: 1 July 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Toponimi: Jejak Historis dari Penamaan Pulau Bunguran

oleh Melisya Yunita Pratiwi Jejak sejarah dari suatu tempat bisa ditelusuri dari asal-usul namanya. Dalam ilmu antropologi, kajian mengenai asal-usul nama ini dikenal dengan istilah toponimi. Dikutip dari Sekarsih (2020), toponimi merupakan ilmu tentang nama suatu tempat berdasarkan etimologi, pemaknaan, dan evolusi.Kaitan antara toponimi dengan jejak historis merupakan salah satu…

Posted on: 1 July 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Orang Sepadal di Tebing Tinggi Pantai Barat Pulau Bunguran

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Ada banyak sebutan untuk kelompok ini yaitu Orang Pesuku, Orang Laut, Orang Sampan, Orang Mantang, Orang Akit, Orang Sekak, dan lain-lain. Orang Laut atau Suku Laut merupakan kelompok yang mendiami perairan Kepulauan Riau dan Laut China Selatan sejak masa Kesultanan Johor-Lingga. Sejak lama, Suku Laut…

Posted on: 30 June 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Kurikulum Merdeka

Oleh Nabila Safanatun Nadya Pendidikan di Indonesia sempat menerapkan beberapa kurikulum di berbagai jenjang pendidikan dimulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi. Begitupun kurikulum yang diterapkan sebelumnya seperti kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013. Namun, pada saat ini Menteri Pendidikan kita, yaitu Nadiem Makarim telah menerapkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum…

Posted on: 24 June 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Pulau Bunguran diserang Raja Alam bin Raja Kecik Siak

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Raja Alam adalah putera pertama dari pasangan Raja Kecik Siak atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Shah dengan Encik Kecik seorang perempuan dari Jambi. Ketika akhir pemerintahan Raja Kecik Siak, terjadilah sengketa (perang saudara) memperebutkan tahta kerajaan Siak antara Raja Alam dan Raja Buang Asmara. Akhirnya…

Posted on: 17 June 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Haji Abdul Rahman Limbong Ulama Terengganu yang Pernah Berdakwah di Pulau Midai.

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Haji Abdul Rahman Limbong lahir dalam tahun 1285 H/1868M di Terengganu. Datuk neneknya berasal dari Patani dan Terengganu.Haji Abdul Rahman Limbong mendapat pendidikan awal ilmu-ilmu Islam sejak kecil di Mekah. Antara gurunya ialah Haji Tun Muhammad, salah seorang ayah saudaranya. Ketika pulang ke Terengganu, beliau…

Posted on: 10 June 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Asal Nama Aek Puteh

oleh Kompasbenua Aek Puteh merupakan sebuah perkampung yang terletak di pulau Midai. Aek Puteh merupakan bahasa Melayu dialek Midai yang berarti Air Putih. Kampung ini terletak di sebelah selatan pulau Midai, sebuah pulau kecil di sebelah selatan pulau Bunguran Besar. Kampung Aek Puteh masuk dalam wilayah administratif Desa Air Putih…

Posted on: 31 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Selemam II

Aek Pulau Nama tempat ini dinamakan Aek Pulau karena di sungai kecil tersebut terdapat sebuah dataran tinggi di tengah air tersebut yang menyerupai pulau. Lokasi tempat ini berada di dekat Bukit Liman. Namun, saat ini pulau tersebut sudah hampir hilang. Aek Kupang Lokasi ini dinamakan Aek Kupang dikarenakan terdapat batang…

Posted on: 17 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Toponimi Bunguran Timur Laut II

Tanjung Lanun menculik Nek Resi, lalu membawanya ke kapal yang berada di bibir pantai. Kapal milik lanun itu segera berlayar meninggalkan pulau. Namun, Nyong sudah terlebih dulu tiba untuk menyelamatkan Nek Resi. Saking marahnya, Nyong menarik kapal tersebut sehingga bekas tarikannya itu membentuk satu garis lurus yang kini dikenal dengan…

Posted on: 11 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Sejarah Singkat SD Negeri 002 Ranai

Sekolah Dasar Negeri 002 Ranai berdiri pada 1968 yang terletak di Penagi, dengan kepala sekolah pertama M.Ya’cobs selama 11 tahun. Setelah itu, jabatan kepala sekolah digantikan oleh M. Umar (1979-2005). Selama 26 tahun lamanya, M. Umar menjabat sebagai kepala sekolah. Jabatan yang diembannya itu berpengaruh dalam pembangunan SD Negeri 002…

Posted on: 10 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Timur Laut dan Sekitarnya

Bidei ulu dan bidei Ile Masa dahulu masyarakat di sebuah perkampungan yang berjarak dari tepi laut memanfaatkan sebuah sungai yang banyak dialiri ikan darat untuk dijadikan lauk pauk sehari-hari. Untuk mempermudah nubou atau menuba, masyarakat menggunakan aur yang banyak di daerah tersebut sebagai bidai. Aur itu dipotong, diraut, dan dijalin…

Posted on: 4 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Sejarah Singkat SD Negeri 006 Selemam

Bangunan SD Negeri Selemam, Bukit Liman, Selemam, Kecamatan Bunguran Timur Laut ini pada awalnya merupakan sekolah dasar filial atau kelas jauh cabang dari SD Negeri 011 Ceruk. SD filial dibuka pada tahun 1996 disebabkan masayrakat pada waktu itu membuka lahan baru untuk perkebunan rambutan, durian, dan jenis lainnya. Jarak anak-anak…

Posted on: 3 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Toponimi Bunguran Timur

Batu Hitam Nama wilayah yang terdapat di Kecamatan Bunguran Timur dan sekarang digunakan sebagai nama kelurahan ini berasal dari sebuah batu besar berwarna hitam. Dulunya batu ini berada di antara sisi pantai dan daratan. Saat ini batu tersebut masih dapat dijumpai dan berada di dalam Batu Hitam Hotel. Batu Menangis…

Posted on: 1 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Pelayaran Kelana ke Natuna 126 Tahun Lalu V

Perjalanan yang Ketiga BelasSedanau pada 16 Ramadan bersamaan dengan 28 Februari hari Sabtu Pukul 3½ petang, Tuan Kontelir mengambil gambar tempat pengadilan (hukum) di Pulau Sedanau yang belum selesai dikerjakan itu. Setelah selesai mengambil gambar, pukul 4 petang, Tuan Kontelir meminta turun ke kapal. Sedangkan Raja Ali Kelana tinggal di…

Posted on: 28 February 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Pelayaran Kelana ke Natuna 126 Tahun Lalu IV

Perjalanan yang KesebelasPada siang Jumat pukul 6 pagi Perjalanan dimulai dari Sebentang dengan mengikuti garis pantai yang berpasir putih lagi keras dengan berjalan kaki. Dua buah sampan tempat Raja Ali Kelana menyeberang itu ditinggal di Sebentang. Pukul tiga tiga suku (perlu dicek kembali) bertentangan dengan kampung Teluk, bermastautin di situ…

Posted on: 27 February 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Pelayaran Kelana ke Natuna 126 Tahun Lalu III

Perjalanan yang Kesembilan Di Pulau Bunguran pada 14 Ramadan hari Kamis bersamaan dengan 27 Februari Pukul 9.40 menit, Raja Ali Kelana beserta rombongan kembali memulai perjalanan dari kampung Mahligai bersama nakhoda Saih selaku penunjuk jalan. Dalam perjalanan ini, kira-kira ½ jam sampai di Air Angat. Raja Ali Kelana berhenti di…

Posted on: 25 February 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Pelayaran Kelana ke Natuna 126 Tahun Lalu II

Perjalanan yang Ketujuh Sedanau pada 12 Ramadan hari Selasa yang bersamaan pada 25 Februari Pukul delapan pagi, Raja Ali Kelana meminta sebuah sampan kepada Raja Mahmud, Amir Pulau Tujuh pada saat itu untuk menjemput Tuan Kontelir di kapal karena sudah dijanjikan sejak awal. Tetapi oleh Raja Mahmud dijawab, “Tiada boleh…

Posted on: 24 February 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Pelayaran Kelana ke Natuna 126 Tahun Lalu

Pulau Tujuh pernah disinggahi oleh Raja Ali Kelana pada tahun 1313 H (1896 M). Kisah perjalanan Raja Ali Kelana ini dicetak oleh Mathba’at al-Riauwiyah Pulau Penyengat dengan huruf Arab-Melayu dua tahun kemudian dalam bukunya yang berjudul Pohon Perhimpunan. Perjalanan dinas ke Pulau Tujuh ini melaksanakan titah Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi…

Posted on: 1 February 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Menyusuri Sejarah Tempatan di Pulau Bunguran

Dalam upaya mengenalkan kembali sejarah-sejarah yang terjadi di Pulau Bunguran pada masa penjajahan dan masa perang dunia ke-II kepada generasi muda, komunitas Natunasatra, kompasbenua dan Natuna mengajar menggelar sebuah kegiatan yang dinamai Histouring, napak tilas pulau Bunguran masa penjajahan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (30, Januari 2022) berlangsung selama…

Posted on: 28 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Asal Nama Aghong Aek Santan di Kelarik Tengah

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Arung atau Aghong dalam bahasa Natuna adalah air yang mengalir terus menerus karena gravitasi dari sumbernya atau hilir menuju muara, Aghong biasanya lebih kecil dari sungai. Aghong Aek Santan terletak di Desa Kelarik Tengah di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Lebih tepatnya Aghong Aek Santan…

Posted on: 21 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Asal-usul Tegul Maarab

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Tegul Maarab terletak di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Tegul adalah suatu bentuk permukaan bumi yang memiliki permukaan tanah yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya, namun dengan ketinggian relatif rendah dibandingkan dengan gunung. Dalam bahasa Indonesia tegul adalah bukit. Perbukitan…

Posted on: 18 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Toponimi Serantas

Teluk La Ode IbuDahulu pulau Serantas pernah didiami pendatang dari Buton, Sulawesi. Salah satunya adalah La Ode Ibu. Ia menetap di Serantas antara tahun 1960-70an. Ia tinggal di sebuah teluk dan tanah-tanah yang ada di teluk tersebut milik La Ode Ibu, masyarakat lain hanya memiliki sebagian kecil tanah di teluk…

Posted on: 16 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Robert L. Belknap, Kapal yang Tenggelam di Laut Natuna

Sebagai jalur pelayaran dunia, Natuna menjadi saksi bisu kapal-kapal yang melewati laut Natuna. Catatan atau laporan mengenai situs-situs kapal tenggelam yang berasal dari berbagai negara memperkuat hal itu.  Salah satu berita mengenai tenggelamnya kapal yang sedang berlayar melewati laut Natuna diabadikan oleh The Evening Star, koran yang berasal dari kota…

Posted on: 14 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Muhammad, Datuk Kaya Bunguran Kedelapan

oleh Wan Eddy Wan Izaz Muhammad adalah anak Datuk Kaya Kumbang bin Lika. Muhammad menerima estafet kepemimpinan pulau Bunguran setelah ayahnya mati ditikam oleh Pak Gobang. Muhammad dilantik sebagai datuk kaya Bunguran ke-8 dengan menyandang gelar Datuk Kaya Muhammad. Datuk Kaya Muhammad juga digelar Datuk Kaya Muhammad Penibung atau Datuk…

Posted on: 7 January 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Kumbang, Datuk Kaya Bunguran Ketujuh

oleh Wan Eddy Wan Izaz Setelah Datuk Kaya Lika meninggal dunia maka tampuk pemerintahan pulau Bunguran dipegang oleh anaknya yang bernama Kumbang. Kumbang dilantik sebagai Datuk Kaya Bunguran ke-7 dan menyandang gelar Datuk Kaya Kumbang. Diceritakan bahwa Datuk Kaya Kumbang tidak lama memerintah karena Datuk Kaya Kumbang mati dibunuh oleh…

Posted on: 31 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Lika, Datuk Kaya Bunguran Keenam

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Lika (ليك) adalah anak Datuk Kaya Aling. Menjadi Datuk Kaya Bunguran keenam menggantikan ayahndanya yang meninggal dunia. Setelah dilantik sebagai Dato Kaya Bunguran menyandang gelar Dato Kaya Lika. Tidak ada catatan yang menceritakan kepemimpinan Dato Kaya Lika di Pulau Bunguran. Hanya disebutkan sedikit bahwa Dato…

Posted on: 31 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Air Mali: Kampong tua di Pulau Bunguran

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Tidak ada yang dapat menceritakan sejak bila Air Mali mulai diteroka dan dihuni. Air Mali terletak di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Nama Air Mali berasal dari kata air, yaitu sungai atau dalam bahasa Natuna disebut Aghong. Sedangkan mali, yaitu sejenis pokok…

Posted on: 25 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Legenda Pulau Laut

oleh B.M. Syamsuddin Pada zaman dahulu kala, konon lahirlah sepasang anak Raja Jawa kembar putra-putri. Pangeran Parna dan Putri Parni namanya. Seorang gagah perwira, perempuan cantik rupawan. Mereka berdua jarang berpisah dan suka bersama-sama ke mana pun perginya. Seperti bermain-main di anginan, dan duduk di tepi kolam, bersenda-gurau di air…

Posted on: 24 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Aling, Datuk Kaya Bunguran Kelima

oleh Wan Eddy Wan Izaz Aling adalah anak dari orang besar Bunguran Datuk Kaya Jetung. Aling mempunyai saudara kandung bernama Tinggal dan Seri Bulan. Aling meneruskan estafet kepemimpinan pulau Bunguran dari ayahanda Datuk Kaya Jetung yang wafat dalam peristiwa serangan pasukan Siak Seri Indrapura ke kedatuan pulau Bunguran. Dalam peristiwa…

Posted on: 19 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Penghulu Melayu di Tanjung Kumbik

Sabtu, 18 Desember 2021, komunitas Natunasastra dan Kompasbenua melakukan perjalanan menuju Kecamatan Pulau Tiga Barat untuk menghadiri acara festival budaya melayu  “Penghulu Melayu” yang diselenggarakan di Desa Pulau Tiga Barat. Perjalanan dimulai dari Ranai menuju Selat Lampa menggunakan mobil dengan tarif tiga puluh ribu per orang, dilanjutkan menggunakan ojek pompong…

Posted on: 17 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Jetung, Datuk Kaya Bunguran Keempat

oleh Wan Eddy Wan Izaz Jetung adalah anak Datuk Kelantik. Dari pernikahannya, Jetung mempunyai tiga orang anak yang bernama Tinggal, Seri Bulan dan adiknya yang bungsu bernama Aling. Jetung dilantik menjadi Datuk Kaya Bunguran menggantikan ayahandanya yang meninggal dunia. Disebutkan, “…. Datuk Kelantik digantikan oleh anaknya yang tua yang bernama…

Posted on: 10 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Kelantik, Datuk Kaya Bunguran Ketiga

oleh Wan Eddy Wan Izaz Datuk Kelantik adalah anak dari Datuk Segeram atau Orang Kaya Segeram. Datuk Kelantik mempunyai dua orang anak laki-laki. Setelah wafatnya Datuk Segeram maka Datuk Kelantik menjadi datuk kaya Bunguran. Datuk Kelantik menggantikan ayahandanya sebagai orang kaya Bunguran sebagaimana dituliskan, “…. Beberapa lamanya matilah Datuk Segeram…

Posted on: 6 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Natunasastra dan Kompasbenua menaja Panggung Budaya Bagian Tiga

Sabtu malam, 4 Desember 2021 di Aula Syamsul Hilal, Natunasastra dan Kompasbenua kembali melaksanakan rangkaian Panggung Budaya Bahagian 3 “Riuh Rendah Penutup Tahun” yang sudah dibuka pada Jumat malam, 3 Desember 2021 di tempat yang sama. Pembuka acara menampilkan alu selesung, bedah buku, dan bercerita. Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas…

Posted on: 6 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Panggung Budaya Bahagian 3: Riuh Rendah Penutup Tahun

Panggung Budaya kembali hadir di akhir tahun 2021. Kali ini ditaja oleh Natunasastra dan Kompasbenua dengan tajuk “Riuh Rendah Penutup Tahun”. Semua keriuhrendahan yang terjadi pada setahun ke belakang akan segera ditutup, kegiatan ini memberi jalan alternatif untuk menutupnya dengan cara menikmati kesenian sebagai refleksi dan menyusun konstruksi semangat yang…

Posted on: 3 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Datuk Segeram, Datuk Kaya Bunguran Kedua

oleh Wan Eddy Wan Izaz Datuk Segeram adalah anak orang besar Bunguran yang bernama Demang Serindit atau Demang Megat. Datuk Segeram menjadi orang besar Bunguran menggantikan posisi ayahandanya yang meninggal dunia. Sebagaimana ditulis, ” ….Maka beberapa lama matilah Orang Kaya Serindit digantikan oleh anaknya dua orang salah satunya Datuk Segeram….”…

Posted on: 2 December 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Jungkong

Oleh Redaksi toknyong Kendaraan laut tradisional pada masa dulu yang masih dapat dijumpai di masa sekarang selain kolek adalah jongkong. Penyebutan jongkong di wilayah Ranai dan sekitarnya, yaitu junggong. Sedangkan wilayah Serasan, Subi, Midai, Pulau Tiga dan sekitarnya menyebut jongkong dengan jungkong. Perbedaan penyebutan ini tidak menunjukkan perbedaan dari segi…

Posted on: 26 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Demang Megat, Datuk Kaya Bunguran yang Pertama

oleh Wan Eddy Wan Izaz Pulau Bunguran adalah pulau terbesar dalam gugusan kepulauan Natuna di laut Champa. Dalam perjalanan sejarahnya, kepulauan ini pernah menjadi bahagian wilayah kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Malaka, Johor-Riau dan Riau-Lingga. Kerajaan-kerajaan besar ini saling mewariskan. Dari Kerajaan Majapahit dihadiahkan kepada kerajaan Malaka. Kejatuhan dan kekalahan Kesultanan…

Posted on: 25 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Kolek

Oleh Redaksi toknyong Sebelum pompong dan kapal kayu yang sudah banyak berlayar di laut Natuna, kolek lebih dulu menjadi kendaraan utama dalam aktivis melaut. Kolek adalah perahu yang digerakkan nelayan dengan alat bantu sebuah pengayuh panjang sebagai kemudi. Hanya dapat dinaiki satu orang dengan posisi duduk dan kaki berselunjur. Kolek…

Posted on: 24 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Festival Budaya Desa Limau Manis

Oleh Redaksi toknyong Rangkaian gawai budaya ditutup di Limau Manis bertajuk “Pertunjukan Seni Budaya Limau Manis-Natuna 2021”. Acara berpusat di lapangan bola kaki Desa Limau Manis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan Hadisun, Kepala Desa se-Kecamatan Bunguran Timur Laut, dan tamu undangan…

Posted on: 21 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1

Festival Budaya Desa di Serantas

Oleh Redaksi toknyong Kami berkunjung ke Serantas dalam rangka menghadiri kegiatan Festival Budaya Desa di Serantas. Sebelumnya, Desa Sepempang telah lebih dulu membuka gawai budaya ini. Kegiatan sudah dibuka pada Rabu, 17 November 2021 dan dilanjutkan keesokan harinya dengan agenda lokakarya (workshop) pengolahan dan edukasi mengenai minyak nyuk (kelapa). Lokakarya…

Posted on: 16 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Festival Budaya Desa Sepempang

Oleh Redaksi toknyong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia melalui penggiat budaya dan daya desa menyelenggarakan kegiatan festival budaya desa sesuai daerah yang ditunjuk. Kegiatan ini berlangsung di seluruh Indonesia, termasuk Natuna. Tiga Desa di Kabupaten Natuna yang terpilih sebagai desa budaya adalah Desa Sepempang, Desa…

Posted on: 7 November 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 5,852

Puisi-puisi Krisnaldo Triguswinri

Russian Red langit utara rusiadatang gadis seperti angsa siberia bergaun merahbibir anggun memerahbersepatu kacapanjang rambut rona gembira vladimir russian namanya orangindonesia berdarah rusia lelaki moskow begitu tampan dalam novelnovel rusia –katanya sebuah café pinggir kota seberang kanal ia pergiberjalan kaki lalu memesan kopi gadis lembut seperti bulanbohemian seperti musik blues‘‘like…

Posted on: 17 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 5,647

Puisi-puisi Andik Trio Widodo

cangkir kopi kemarau yang hujansenyummu menjahili malamcangkir kopi ketiga tandasjalanan kian dicumbui gerimis dedaunan kering guguran ditingkahi angintersungkur di tanah-tanah basahkuingat namamu dalam dinginakhirnya hanya sumpah serapah bukan kepergianmu mengakhiri segalatapi doa ini kelubukan pandemi pencabut nyawanyatanya mayatmu biru nganjuk, 19062021 menuju lupa suatu saat nanti semua lupahangatnya jemari istri…

Posted on: 10 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 878

Puisi-puisi Mahadir Mohammed

Jiwaku Telah Terkubur Kabar demi kabar telah berkibarAku tak kuasa untuk mendengarBagaikan sebelah pisau tajamDengan bebas menghujam Kibaran masa lalu yang memangsamuMembuat terluka masa depankuAku telah menghabiskan air mata sepanjang malam dipeluk luka Saat matamu telah kau redupkanDi saat itulah air mataku bercucuranAlirkan rasa kehancuran KekasihkuKini tubuhku telah hancurJiwaku telah…

Posted on: 7 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 77

Permainan Rakyat Main Taek

Penamaan taek dalam permainan ini tidak ada sangkut pautnya dengan tahi yang bermakna kotoran. Taek di sini disimbolkan dengan potongan kertas atau daun yang dibentuk gumpalan bulat kecil. Selain taek, permainan ini juga menggunakan tekuyung atau tengkuyung. Dalam kaitannya dengan bahasa, tekuyung adalah bahasa daerah Natuna yang merujuk pada siput.…

Posted on: 3 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 86

Teatrikal Puisi dan Cerpenisasi Wayang pada Peluncuran Buku Antologi Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk

oleh Heru Sang Amurwabumi Satu setengah tahun pandemi global Covid-19 melanda negeri kita, tidak menyurutkan eksistensi Komunitas Pegiat Literasi Ngajuk (KOPLING) untuk mengampanyekan gerakan baca tulis dan pelestarian seni budaya, khususnya di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Komunitas yang didirikan dua tahun silam untuk mewadahi kegiatan sastra, seni, dan budaya…

Posted on: 3 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 78

Puisi-puisi Nadhif Nur Dhia

Di Tengah Laut pada buritan itu terdapat keluh kesah— sedu sedan yang menghadap pada matahari terbenam,di bawahnya lautan terbelah oranye seperti jalan yang terbentang untuk Musa.kemudian lanskap memotret integral pada patahan fragmen-fragmen yang abstrak itu. sebelum ada malam;sebelum matahari dilahap batas langit dan laut.sebelum akhirnya semuanya tak terselesaikan lagi hingga…

Posted on: 1 October 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 82

Kelas Menulis Cerpen oleh Natunasastra

Komunitas Natunasatra bersama dengan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Melayu Natuna (Kompasbenua) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna melaksanakan kegiatan Kelas Menulis Cerpen dari senin-Selasa, 27-28 September 2021. Bertempat di perpustakaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) SKB Natuna, kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Muhammad Faisal, tersebut…

Posted on: 30 September 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 86

Antara Anjok, Anak, dan Tanda

Sebagai seorang anak kecil yang sedang asik-asiknya bermain, tiada ia mengenal waktu siang dan malam. Apa saja dapat dijadikan alat bermain. Permainan kejar-kejaran atau tembak menembak membutuhkan suara yang tidak kecil. Tentu di suasana malam yang lebih banyak untuk bersantai-santai itu merasa terganggu. Sampai-sampai orang tua memilih dengan cara menakut-nakuti…

Posted on: 23 September 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 231

Surat Safar

Pada bulan Safar, seperti di daerah lain, Natuna juga mengenal tradisi mandi safar. Salah satu yang akrab dengan tradisi ini, yaitu Serasan. Tradisi menolak bala pada bulan Safar di Serasan tidak hanya membersih diri dengan mandi saja. Cara lain yang dilakukan oleh masyarakat Serasan adalah dengan meminum air safar. Salah…

Posted on: 19 September 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 2,244

Suatu Hari, di Pohon Beringin

oleh Firman Fadilah Pohon beringin di ujung kampungku ini sangat besar sekali. Jika diukur, sepuluh orang dewasa bisa merangkulnya. Rimbun daunnya seperti tenda di acara hajatan yang bisa menaungi puluhan orang. Ketika angin memiuh, daun-daun kuning dan coklat berguguran, melambai dan bergoyang ke sana kemari sebelum menyentuh tanah. Pohon beringin…

Posted on: 16 September 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 500

Permainan Rakyat Cak-cak Kunci Pulau Tiga dan Serasan

Perubahan zaman serba digital seperti saat ini, termasuk dalam permainan, perlahan membuat permainan rakyat yang masih ada semakin ditepikan. Terlebih jika permainan itu tidak dapat menyesuaikan dengan keadaan zamannya, apakah permainan itu dapat diubah bentuk menjadi digital atau tidak. Tetapi itu juga menjadi tantangan bagaimana membuat permainan rakyat sama keseruannya…

Posted on: 3 September 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 522

Wan Chalidin, Salah Satu Putra Terbaik Bunguran

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Chalidin lahir di Kelarik pada tanggal 27 April 1927. Anak dari pernikahan Wan Syamsudin bin Wan Mat Bintan dan Wan Aisyah binti Wan Bujang. Wan Syamsudin adalah pendidik sejati, sepanjang hayatnya dihabiskan dalam dunia pendidikan. Wan Chalidin kecil disekolahkan oleh Cikgu Syam, demikian ayah…

Posted on: 29 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,166

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Dukkhanupassana-nana seluruh buku terbuka, seluruh mata terjaga,seluruh ruh terbang ke dada siapa saja,yang gampang belajar dan sulit putus asa. seorang lelaki duduk ke arah hening, malam yang kelamtanpa bulan dan gemintang, sebentar matanya pejam,dua bentar airmatanya ngalir, tiga bentar ia sungguh menangis hujan. ia teringat sesuatu yang harus dilupakan, ia…

Posted on: 27 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,023

Wan Abdul Rahim, Pengurus Ahmadi & Co. 1961 – 1967

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Abdul Rahim lahir di Midai tahun 1937. Merupakan putra dari Wan Abdullah bin Wan Abdul Rahman. Ibunya bernama Hajjah Wan Zainab binti Syekh Ahmad al-Fathani. Tahun 1959 Wan Abdul Rahim kembali ke Midai setelah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di Tanjungpinang. Bergabung dengan Serikat…

Posted on: 22 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 207

Jalan Perjodohan

oleh Ramli Lahaping “Aku tidak mau kau berurusan dengan para lelaki penggombal yang menyesatkan!“ tegas ayahku, enam bulan yang lalu, setelah mendapatkan dan menyita kiriman novel yang diantarkan oleh seorang kurir. Pasalnya, beserta itu, terdapat sebuah amplop yang kukira berisi surat cintadari seorang pengirim misterius untukku. Aku hanya menunduk mendengar…

Posted on: 12 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 845

Keramat Sebelah, Jasad yang Terbelah

Tentu kita tidak asing dengan bangunan dinding berwarna kuning kombinasi hijau yang berada di sebelah apotek Tia, Kelurahan Batu Hitam. Aktivitas di jalan itu termasuk ramai dilalui oleh masyarakat. Barangkali kita menganggap bangunan itu hanya kuburan-kuburan biasa. Tapi ternyata bangunan ini mempunyai kisah singkat yang membuatnya menjadi satu bangunan keramat…

Posted on: 10 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 174

Mengantar Buku ke Mekar Jaya

Minggu 1 agustus 2021, komunitas Natunasastra memiliki agenda untuk berkunjung ke TBM Taman Ilmu di Desa Mekar Jaya Kecamatan Bunguran Barat. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah penyerahan buku donasi dari Natunaloka. Sebelumnya Natunasastra juga berkesempatan berkunjung ke TBM Madah Seloka yang berada di Tanjung Kumbik, Desa Pulau Tiga, Kecamatan…

Posted on: 8 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 658

Puisi-puisi Aris Setiyanto

Menyelami Lautan lalu kamiselami lautankemudian,mengandung gigildi atas tembokdi antaraterik musim inikaus, terbaring di sanaantengbilamana ayah-ibumelewati jalan berbatu initergopoh-gopoh, kamiselami rerumputannan jalangnun,segerombolan semut merahpun ulat bulumendekap tubuh mungilseperti inginkembali terbenam. Maguwo, 29 Mei 2021 Daun-daun Mati biar daun-daun inimati di semenjanajembatan bambumati termutilasibiar aku—biar kamimenjadi tawanan dukuhyang mengasuhmonster-monsterpada diri kawulamereka sendiri…

Posted on: 7 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 510

Tradisi Ngembeng, Cikal Bakal Permainan Alu

oleh Naldo Noor _ Kompasbenua Selain memiliki ragam tempat indah yang bisa membuat stres hilang, Natuna juga memiliki berbagai tradisi-tradisi unik nan menarik, yang rasanya sayang untuk dilewati. Salah satunya adalah ngembeng. Ngembeng merupakan proses membuat mbeng, mirip seperti oatmeal tampilannya. “Oat mealnya Natuna,” penjelasan singkat ketika menerangkan hal ini…

Posted on: 6 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 53

Pembagian Wilayah Kekuasaan Datuk Kaya Bunguran

oleh Wan Eddy Wan Izaz Rentetan kekalahan Kerajaan Riau Lingga pada Belanda. Maka Residen Riau GF Bruijn Kops atas perintah Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia pada tahun 1911 membuat perjanjian baru. Isi perjanjian itu menyatakan bahwa Kerajaan Riau Lingga takluk di bawah Hindia Belanda. Sultan Riau Lingga tidak bersedia…

Posted on: 28 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 3,047

Wan Suan dan Wan Husin, Datuk Kaya Bunguran Ke-19 dan Ke-20

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Suan Wan Suan lahir di Serasan. Anak dari pernikahan kedua Wan Liman dengan orang Serasan. Disebutkan bahwa, “……kemudian kawin lagi dengan orang Serasan juga. Mendapat seorang anak laki-laki bernama Wan Suan…” Wan Suan mempunyai saudara seayah yang namanya, yaitu 1. Wan Yak, 2. Wan…

Posted on: 27 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 384

Wan Teras, Datuk Kaya Bunguran Kedelapan Belas

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Teras adalah anak Wan Rawa dan Tok Kim seorang perempuan Kemboja. Nama penuh Wan Teras adalah Wan Teras bin Wan Rawa bin Wan Muhammad al Fathani. Wan Teras adalah adik kepada Datuk Kaya Wan Sahak, datuk kaya Bunguran keenam belas. Wan Teras memiliki beberapa…

Posted on: 26 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 357

Wan Sahak, Datuk Kaya Bunguran keenam belas

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Sahak adalah anak dari hasil pernikahan antara Wan Rawa dengan wanita asal Kemboja yang dikenal dengan nama Tok Kim. Nama panjang Wan Sahak adalah Wan Sahak bin Wan Rawa bin Wan Muhammad al Fathani. Wan Sahak menjadi Datuk Kaya Bunguran menggantikan Datuk Kaya Wan…

Posted on: 25 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 461

Puisi-puisi Terjemahan Charles Bukowski

oleh Hamzah Muhammad Kondisinya Begini Belakangan rasanya sengatan mataharibikin gue kayak porak-poranda.Kayak lagi ngebayangin gue tuh ulatyang mati-matian bertahan di tengah populasi duniayang nggak ngasih apa-apa ke gue.Belakangan rasanya sengatan mataharibikin gue amburadul, uring-uringan.Gaes, susah banget yah nikmatin hidupyang adem ayem aja begitu.Gue udah ngejalanin hidup penuh nyali, mabok ke…

Posted on: 24 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 326

Wan Taklim, Datuk Kaya Bunguran Kelima Belas

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Taklim lahir di pulau Bunguran sekitar tahun 1762-1763. Merupakan buah pernikahan Datuk Wan Lingkai al-Fathani dan istrinya Putri Seri Bulan. Mempunyai saudara kandung bernama Wan Hakim dan saudara seayah Wan Barul dan Wan Gilap. Nasab dari sebelah ayahnya adalah Wan Taklim bin Datuk Bendahara…

Posted on: 23 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,749

Datuk Kaya Wan Rawa: Datuk Kaya Bunguran Keempat Belas

oleh Wan Eddy Wan Izaz Datuk Kaya Wan Rawa adalah anak dari Datuk Kaya Wan Muhammad al-Fathani. Ia mempunyai adik-beradik yang bernama Wan Sampang dan Wan Luat. Datuk Kaya Wan Rawa dilantik memegang jawatan Datuk Kaya Bunguran keempat belas menggantikan Datuk Kaya Wan Barul yang wafat di Pulau Penyengat, Riau.…

Posted on: 22 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,812

Datuk Kaya Wan Barul: Datuk Kaya Bunguran Ketiga Belas

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Barul adalah anak Datuk Bendahara Wan Lingkai dari pernikahan dengan orang Patani. Wan Barul lahir di Jambu, Patani. Tidak ada catatan dari tahun kelahiran Wan Barul ini. Wan Barul mempunyai saudara kandung bernama Wan Gilap (lihat https://toknyong.com/wan-gilap-orang-patani-pertama-yang-menjadi-datuk-kaya-bunguran). Wan Barul adalah imigran dari Patani akibat…

Posted on: 21 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,326

Wan Rangga, Datuk Kaya Bunguran kesebelas

oleh Wan Eddy Wan Izaz Wan Rangga adalah anak saudara Datuk Bendahara Wan Lingkai. Tidak ada catatan yang menyebutkan siapa ayah Wan Rangga. Ia dilahirkan di Jambu, Patani. Mempunyai saudara kandung bernama Wan Intan (laki-laki). Perjalanan Wan Rangga sampai ke pulau Bunguran karena mengikut bapak saudaranya yang berhijrah bersama kerabat…

Posted on: 19 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 463

Datuk Kaya Janggut: Datuk Kaya Bunguran Kesepuluh

oleh Wan Eddy Wan Izaz Janggut adalah anak dari Datuk Kaya Muhammad Penibung. Ia juga merupakan anak saudara dari Putri Seri Bulan, istri Datuk Bendahara Wan Lingkai al-Fathani. Silsilah Janggut yaitu Janggut bin Muhammad Penibung bin Kumbang bin Liak. Janggut dilantik sebagai datuk kaya pulau Bunguran kesepuluh menggantikan Datuk Kaya…

Posted on: 18 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 500

Puisi-puisi Dhery Ane

E untuk Elisabet ialah fiman yang telah jauh tertulissejak adam dan hawa diciptakansebuah kalimat dengan awalan huruf matidi hamparan eden yang hijau dan menguning:karena takdir kita adalah saling mencinta (2021) P untuk Pheonix jika dititik akhir kau kehilangan saya makakepakkan hatimu seperti sayap induk burung pheonixterbanglah jauh ke udara, nikmatilah…

Posted on: 4 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 446

Yang Tersisa dari Jepang di Serantas: Pemenggalan, Perbudakan, dan Warisan (Bagian 2)

oleh Destriyadi Imam Nuryaddin Pemenggalan Penghulu DjamalPada masa dulu setiap wilayah memiliki penghulu atau saat ini setara dengan kepala desa. Djamaluddin menjabat penghulu Pulau Tiga bersama Muhamad Usul atau Mat Usul sebagai wakil penghulunya. Mereka disuruh oleh Jepang untuk mencari padi di Bunguran, karena dulu banyak sawah di sana. Penghulu…

Posted on: 2 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 218

Yang Terjadi Ketika Jepang Menyerang Serantas (Bagian 1)

oleh Destriyadi Imam Nuryaddin Warisan penjajah Jepang di Natuna tidak hanya ada di Penagi dan Subi. Bahkan dua tempat tersebut hanyalah sebagian kecil dari kenangan bengis saat Jepang berhasil menduduki Natuna setelah menaklukkan Belanda. Meskipun terbilang singkat, tetapi kebanyakan orang-orang tua dulu yang merasakan kehidupan berdampingan dengan Jepang tentu menyatakan…

Posted on: 17 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 8,153

Keramat Binjai, Kepercayaan, dan Asal Muasal

oleh Destriyadi Imam Nuryaddin Seperti namanya, Keramat Binjai sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat pertemuan antara manusia dengan makhluk lain. Pertemuan dua alam ini mengomunikasikan ketidakberdayaan manusia agar dapat pula mendapat restu dari tempat keramat ini. Orang-orang yang termasuk memercayai ini juga setidaknya sudah menduakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Letaknya…

Posted on: 16 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 538

Gembuong

Barangkali alat musik tradisional ini terlihat dan terdengar asing bagi masyarakat Natuna yang hidup di masa sekarang. Memang alat musik ini terbilang jarang ditampilkan di acara-acara seni budaya dikarenakan satu dan lain hal. Meskipun begitu, bukan berarti keberadaannya tidak memiliki nilai spesial dibanding alat musik tradisional lain.    Orang-orang menyebutnya…

Posted on: 12 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 412

Puisi-puisi Ardhi Ridwansyah

Malam Membara Telah merapat tubuhku ketubuhmu,Kubilang malam akan datang,Ditemani dengan para bintang,Bersinar lantang naungi kita,Yang menuai kasih sayang. Detak jam dinding mengawasi,Geliat jemari lihai merayu sayu matamu,Sedang ranjang malu-malu dengar derai,Tawa yang begitu geli dan lantas,Sajikan tarian rindu tepat di liang asmaraYang buatku membara. Seketika suaramu lenyap di mulutku,Bersatu padu…

Posted on: 12 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 397

Wan Muhammad al-Fathani: Datuk Kaya Pulau Bunguran Kedua Belas

Oleh Wan Eddy Wan Izaz. Kekalahan kerajaan Patani menyebabkan banyak rakyat jelata dan kaum bangsawan yang lari dan berhijrah dari Patani. Kebanyakan mereka lari ke Selatan, yaitu Kelantan, Patani, Terengganu ataupun Kedah tapi tak sedikit juga yang berhijrah sampai ke pulau Bunguran. Wan Muhammad al-Fathani adalah di antara kerabat bangsawan…

Posted on: 10 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 376

Datuk Kaya Wan Liman: Datuk Kaya Bunguran Ketujuh Belas

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Datuk Kaya Wan Liman diperkirakan lahir antara tahun 1781-1782 dari pasangan Wan Taklim dan Ummu Liman. Nasab Datuk Kaya Wan Liman adalah Wan Liman bin Wan Taklim bin Datuk Wan Lingkai al-Fathani. Wan Liman adalah generasi kedua orang Patani yang lahir di pulau Bunguran, ayahnya…

Posted on: 7 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 360

Hubungan Keturunan Wan Kepulauan Natuna dengan Patani

Oleh Wan Eddy Wan Izaz Salasilah adalah sebahagian dari ilmu sosial yang ada hubungannya dengan sejarah. Salasilah keturunan amat penting diketahui dalam masyarakat bertamadun. Menjejaki asal-usul keturunan dapat memberi manfaat kepada hubungan kekerabatan dan merapatkan silaturahmi seperti yang diajarkan dalam Islam. Sayang minat mencari waris dan jejak kasih sudah sangat…

Posted on: 4 June 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 509

Wan Abdullah: Dari Terengganu ke Pulau Midai

oleh Wan Eddy Wan Izaz Dengan perkembangan usaha Syarikat Ahmadi & Co yang terus berkembang dan orang mulai ramai di Sabang Barat, Midai. Maka diambil inisiatif untuk membina sebuah masjid baru. Raja Ali mulai menjalankan tugasnya dengan menyuruh orang menebang pohon-pohon kelapa secara gotong-royong serta mengumpukan bahan-bahan untuk pembinaan masjid.…

Posted on: 31 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 593

Haji Wan Mansur: Saudagar dari Kelarik

oleh Wan Eddy Wan Izaz Haji Wan Mansur lahir tahun 1882 di Tarempa dari pasangan Wan Yakub dan Sekuning. Haji Wan Mansur mempunyai seorang saudara kandung perempuan bernama Hajjah Wan Puan. Nasab Haji Wan Mansur adalah Haji Wan Mansur bin Wan Yakub bin Wan Kasim bin Wan Yak bin Wan…

Posted on: 26 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 264

Raja Ali Haji, Penunggang Kuda dari Penyengat

oleh: Ellyzan Katan Dulu, seorang Raja Ali Haji, tokoh Melayu yang sangat termasyur di segala bidang itu, pernah berkirim surat dengan sahabatnya di Tanjung Pinang, Asisten Resident Von de Wall. Dia hendak bermanja-manja dengan sang sahabat. Bermanja-manja di sini janganlah Tuan artikan bermanja-manja sebagai seorang anak dengan orang tua, atau…

Posted on: 24 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 255

Tanjung Batang, Mukim Pertama Orang Patani di Natuna

oleh Wan Eddy Wan Izaz Setelah Jambu/Patani dikalahkan oleh Siam, maka banyak rakyat dan kerabat kerajaan Patani lari menyelamatkan diri. Kekalahan Patani bersebab adanya pengkhianatan oleh orang dalam kerajaan yang menjadi tali barut British dan Siam. Kekalahan yang teruk bagi negeri Patani membuat rakyat dan kerabat banyak yang berhijrah. Negeri…

Posted on: 22 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 480

Belajar Menulis Balada dari Gurunya

oleh Yogi Dwi Pradana Membaca suatu balada menjadi sebuah ketertarikan sendiri. Balada yang mampu mengarahkan kita untuk memecahkan teka-teki adalah balada karya Rendra. Di dalam balada-balada karya Rendra, kita diajak berpikir siapa yang sebenarnya sedang berbicara dalam sajaknya. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa balada-balada Rendra muncul karena pengaruh Federico…

Posted on: 16 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 298

Puisi-puisi So Ni Yaw

Ampek-ampek Unyang Ampek-ampek unyangUnyang juwaliDilonjak semakin sayangDilambung semakin tinggiSekian kaki sekian kaliTawamu pecah tak hendak henti Diayun lagiDiayun-ayun naik turunDianjung lagiDianjung-anjung melambung Kemana pergi ke sana sunyiKemari sudah ke sini mimpiTawamu riuh dalam rengkuhTawaku rengkah di hatiBunda pergi semakin jauhMatilah kau tertipu berkali-kali 15032021 Meraba Titik Ba Angin tak sebatas…

Posted on: 15 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 636

Menjaga Tradisi dengan Muhibah Ramadan

Kegiatan kolektif yang terus diselenggarakan setiap tahunnya di bulan Ramadan adalah Muhibah Ramadan. Kegiatan ini berpusat di dua kecamatan, yaitu Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat, yang sebelumnya masih dalam satu wilayah administrasi sebelum terjadi pemekaran. Muhibah Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antarmasyarakat-antardesa. Pasalnya tidak semua desa berada di satu…

Posted on: 10 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 665

Kuliner Menarik dari Kelarik

Oleh: Deri Adesti Jika kita berbicara masalah kuliner seakan tidak ada habisnya karena memiliki eksistensi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pariwisata termasuk yang ada di Kabupaten Natuna. Seiring dengan gencarnya upaya pemerintah dalam memajukan pariwisata, di situ pula makanan khas daerah Natuna kian dilirik oleh wisatawan karena memiliki cita rasa…

Posted on: 9 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 377

Puisi-puisi Faris Al Faisal

Suara Burung Pantai   Akulah burung-burung pantaiTerbang dari sorgaKe jantung samudra Berabad silam aku bahagiaMembangun sarang di akar bakauMemandang laut beningIkan, kerang, batuan, dan petangBerkilau macam warnaBagai memetik bunga  Tapi entah siapa yang menurunkan kutukKeindahan pesisir dan pasir mendadak lenyapLesap bersama serangan ombakMenyerbu bagai serdadu Bulu-buluku satu per satu gugurLepas terombang-ambing…

Posted on: 8 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,366

Fenomena Tahunan Remaja: Menikah

oleh: Nova Lina Syukri “Obat hati dari dua sejoli saling mencinta adalah menikah. Bersatu dalam ikatan suci dan diridhoi Allah Swt..” Sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu menjaga fitrahnya. Jika pacaran akan merusak fitrahnya, maka langkah tepatnya adalah menikah. Menikah adalah jalan menjaga fitrah, bahkan mencegah kita terjerumus dari maksiat berkhalwat…

Posted on: 4 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 2,120

Ha, Semangat Berpantun Kite Tuan

Oleh: Ellyzan Katan Entah perasaan apakah yang saya rasakan saat ini, benar-benar bercampur baur di dalam minda. Ada rasa senang. Ada juga rasa terkejut. Ternyata kesemuanya berkelindan secara nyata, kait-mengait sehingga menyebabkan saya melambung tersanjung. Ini karena ada geliat yang luar biasa dari dunia berpantun di tanah Melayu Pulau Tujuh,…

Posted on: 1 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 3,529

Ikrar: Penggagas Bazar Ramadan Pertama di Pulau Tiga

Berdiri sejak 2008, Ikatan Remaja Masjid al-Midror atau Ikrar masih tetap eksis di Tanjung Kumbik Utara. Awal berdirinya ikatan ini diiniasi oleh Wan Darmansyah yang saat ini sebagai pembina Ikrar. Ia mengakui bahwa anak-anak remaja di Pulau Tiga, khususnya Tanjung Kumbik Utara tidak memiliki tempat atau wadah untuk melakukan aktivitas.…

Posted on: 18 April 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 513

Dornier Do 24, SS Perekop, Jepang dan Rusia: Catatan Sejarah Perang Dunia II di Natuna-Anambas

Oleh Destriyadi Imam Nuryaddin Dornier Do 24Perang Dunia II mewarisi catatan sejarah di pulau Natuna. Tepatnya ketika di akhir kekuasaan Belanda dan ekspansi Jepang di Natuna-Anambas pada Desember 1941-1943. Peristiwa ini tidak hanya antara Belanda dan Jepang saja, tetapi juga punya kaitannya dengan negara lain. Peristiwa ini dimulai pada Minggu,…

Posted on: 11 April 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,918

Puisi Joe Hasan

Kekasih Baru pagi ini tak ada puisi untukmusemalam telah kukuburbersama dengan wajahmu yang tak bercahayatak lagi kucari sebab kutemukankekasih baruyang lahir dari akar pohonnamanya surinem, bercita-cita menjadi daunmungkin ia lelah bercumbu dengan gelap aku hampir lupa, tentang waktuhari hampir habistak kudengar saat ia memanggilkukusangka angin yang bisa kuhiruprupanya bara yang…

Posted on: 30 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 2,071

Sejarah Singkat Kampung Kelarik Tengah

oleh: Wan Eddy Kampung Kelarik Tengah terletak di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Kampung Kelarik Tengan pada awal tahun 1900-an masih berupa hutan dan kebun kelapa atau kebun nyok, sebutan bagi masyarakat Natuna. Pada masa itu, belum ada orang yang membuat pondok atau rumah. Ada beberapa…

Posted on: 30 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 395

Dulong Budaye Kompasbenua dan PIK-M

Kompetisi tidak lagi menjadi kebutuhan antara individu ke individu lain maupun lintas komunitas. Setidaknya begitulah yang dilakukan oleh Kompasbenua dan Pusat Informasi Konseling-Mahasiswa STAI Natuna dalam mengadakan kegiatan pada Sabtu, 27 Maret 2021 yang bertajuk Dulong Budaye: melestarikan budaye, perteguh identitas bangse. Dulong diambil dari kegiatan masyarakat Natuna, yaitu makan…

Posted on: 30 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 464

Di Balik Cerita Cinta Kue Keranjang

Tahun Baru Imlek sebentar lagi tiba di depan mata. Mey sudah mulai sibuk menghiasi rumahnya. Hiasan imlek berwarna merah  tergantung di setiap sudut rumah sudah terpampang nyata. Lampion pun tidak lupa dipasangnya. Tapi bukan hanya Mey saja yang sibuk untuk menyambut Tahun Baru Imlek itu. Tapi Dicky, lelaki yang sudah…

Posted on: 21 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 360

Maut yang Berputar

Tantri tak bisa tidur malam itu padahal waktu sudah menunjukkan dini hari. Malam yang dingin, bahkan terkadang seperti membuat badan membeku. Waktu yang enak buat menggulingkan badan di atas tilam sebetulnya, tapi entah kenapa Tantri tak juga bisa terlelap. Tantri bangkit dari ranjang tidurnya, membuka pintu, dan di luar ia…

Posted on: 16 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 9,718

Kemah Suke-suke Bersama Mbecite Kelarik dan Kompasbenua

Mbecite Kelarik berkolaborasi dengan Kompasbenua mengadakan kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu yang diberi nama Kemah Suke-suke. Kegiatan itu dilaksanakan pada 13-14 Maret 2021 di pulau Maguk, salah satu pulau kecil dan indah yang terdapat di Kecamatan Bunguran Utara. Selain Mbecite Kelarik dan Kompasbenua, kegiatan ini diikuti oleh Natunasastra, Lensa Natuna, dan kelompok…

Posted on: 7 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 318

Orang Tua Boneka

Cerpen Ratna Ning Lin mengaca di cermin. Mukanya tirus, bibirnya merekah seksi, hidungnya mancung. Malah terlalu mancung. Mata belonya. Semua yang ada di wajahnya, sangat berbeda dengan raut wajah Ibu. Bahkan tak ada kesamaan pula dengan raut wajah Bapak. Bukannya tidak pernah terpikir, malah kerap kali terlintas pada pikirannya, beberapa…

Posted on: 22 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,339

Malam B.M. Syamsuddin: Mengenang 24 Tahun meninggalnya Maestro Natuna

Sebuah dinding ditempeli lembar-lembar fotokopi cerpen, puisi, artikel, dan sampul buku karya B.M. Syamsuddin. Lampu berwarna kuning dan dua kursi di tengah panggung kecil-sederhana itu menjadi sebuah pandangan yang menarik bagi setiap pengunjung yang hadir di Kedai Sepertiga Malam. Sehabis salat Isya, satu per satu kursi mulai diduduki, makanan dan…

Posted on: 21 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 518

Dua Cerita-Bulan Nurguna

Cerpen Bulan Nurguna Uang Tunai “Saat susah begini, makin banyak yang ingin Ibu makan.” “Ya, sudah. Beli saja. Bukankah uang kita banyak?” “Ah, tapi kan situasi ini belum jelas selesainya kapan.” “Anggap saja kita mati besok, jadi hari ini kita puas-puasin.” “Uang itu kan bukan hanya untuk kita berdua. Tapi…

Posted on: 8 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 4,254

Malam Puisi Natuna Keempat: Semangat Kebudayaan di Tengah Pandemi

Pandemi korona belum menunjukkan pertanda akan berakhir. Namun semangat gerak kebudayaan tetap dilaksanakan seperti yang dilakukan oleh Natunasastra melalui Malam Puisi Natuna pada Sabtu malam, 6 Februari 2021. Kegiatan yang sudah keempat kalinya berlangsung sejak tahun 2018 itu diselenggarakan di Aula Syamsul Hilal, SMA Negeri 1 Bunguran Timur. Tempat ini…

Posted on: 7 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 305

Puisi-puisi Moehammad Abdoe

HABIBI demi waktu yang selalu bertasbihaku menyebut namamu sebagaimana ia tabahmemberikan ruang kebebasan untuk mencintaiapa pun dan siapa pun teduh di bawah pancaran waktunamun entah bagaimana mulanyacintaku tidak sanggup berpaling darimu kekasih Malang, 3 Desember 2020 HAKIKAT CINTAKUbila kaudapat melihat hatikujelaga penamu segera terbakar mengeringsedang cintaku masih bergeloradari sajakmu yang…

Posted on: 3 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 898

Berasal dari Timo: Lesung Alu Belakang Gunung dan Hubungannya dengan Daerah Lain

Dahulu, Lesung Alu berkaitan erat dengan petani padi dan sawah. Hal itu juga terjadi di daerah Kelarik, Bunguran Utara. Orang-orang tua setempat mengakui bahwa dulu di Kelarik terbentang sawah-sawah, namun sekarang menjadi lahan untuk sapi mencari makannya. Kini lesung alu beralih fungsi sebagai sebuah hiburan, selain mengenang kembali masa-masa dahulu…

Posted on: 2 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 3,452

Pentas Budaye: Melayoe Tempo Doeloe oleh Mbe Cite Kelarik

Anak-anak remaja di pinggir lapangan sibuk menyiapkan dekorasi. Beberapa kawannya yang lain keluar masuk lapangan dengan sebuah motor matic membawa barang-barang yang akan digunakan nanti malam. Dekorasi panggung dihiasi kelapa tua, kerajinan rotan, tampi, pelita, dan sebagai latarnya menggunakan tikar pandan yang ditimpa dengan tulisan Pentas Budaye berwarna keemasan. Alas…

Posted on: 1 February 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,370

Tour Mapala STAI Natuna 2021

Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) STAI Natuna menggelar Tour Mapala STAI Natuna 2021 dengan tema “Mapala Bersilaturahmi Menuju Natuna Lestari” dalam rangka kegiatan tahunan Mapala STAI Natuna. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna. “Terima kasih kepada para panitia yang sudah menyiapkan kegiatan Tour Mapala (STAI…

Posted on: 4 January 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 243

Mengenang Mail: Penduduk Kelanga yang ditembak Mati Letnan Engels

oleh: Destriyadi Imam Nuryaddin Perang Dunia II meluas ke Laut Cina Selatan, Pulau Natuna yang tak jauh darinya hanya menunggu waktu kapan terkena bom. Pangkalan KNIL di Sedanau, Bunguran Barat sudah meninggalkan pulau itu sejak November 1941. Puncaknya pada 8 Desember, seluruh kekuatan di pangkalan Sedanau sudah kosong. Hal itu…

Posted on: 3 January 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 467

Puisi-puisi Tan Pajar

Rindu Pulang Biar pulang tak sejauh pergi yang memang telah berkepanjangan tetap saja tak sedekat bau rokok dari bibir para perokok, merah sirih dari bibir mereka yang nyirih, mereka yang sakau dengan kematian. Biar pulang tak sejauh pergi yang memang telah berkepanjangan. Sudah begitupun hanya bisa dicicipi sesekali. Pun tidak…

Posted on: 31 December 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 328

Batu Rusia, Perang Dunia II, dan Kolonialisme Belanda di Natuna

Oleh: Destriyadi Imam Nuryaddin Bagi penduduk Ranai dan sekitarnya tentu sudah tidak asing lagi dengan batu granit besar yang berada di Senubing, Bunguran Timur. Batu yang berada di pinggir jalan raya menuju Timur Laut itu konon sebagai saksi bisu kehadiran orang-orang Rusia di pulau Bunguran dan peristiwa pemberontakan yang terjadi…

Posted on: 30 November 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 3,509

Antologi Fiksi Natuna bersama Natunasastra

Kemampuan menulis dan kreativitas perlu diasah untuk menunjukkan kualitas dari hari ke hari. Selain itu, yang menjadi alasan utama adalah memantik semangat menulis generasi muda di tengah sepi dan keringnya literasi di Natuna. Ruang kreativitas yang bergerak lamban bahkan ketiadaan ruang itu sendiri yang menyebabkan eksistensi atau keberadaan generasi muda…

Posted on: 19 November 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 419

Apa-apa Nilai

oleh: Ellyzan Katan Pagi-pagi sekali tetangga saya sudah bersiap untuk pergi bekerja. Dia harus bersiap lebih awal karena tempat kerjanya jauh. Sang tetangga saya itu akan menumpang kendaraan umum untuk sampai ke tempat kerja. Sementara tempat kerja saya, tidaklah terlalu jauh. Tapi mengapa dia tidak pernah terlambat sampai ke tempat…

Posted on: 11 November 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 332

BUAL

Oleh: Ellyzan Katan Amboi-amboi. Bukan main senang rasanya hati. Ada orang di luar bandar akan datang menjenguk, bertanya kabar, bertanya apa keperluan. Dan yang paling ditunggu adalah adanya pemberian berupa bahan keperluan pokok. Pemberian ini biasanya dibungkus dalam acara yang sedikit formal tapi cair. Antara yang berbual di panggung dengan…

Posted on: 3 November 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 265

Apakah yang “Dijual” Calon Kepala Daerah Kita?

Oleh: Ellyzan Katan Aha, inilah waktunya bagi penduduk di Kepulauan Riau menyaksikan betapa para calon kepala daerah sedang sibuk “berjualan” ide, janji dan kadang-kadang perang. Ya, mereka berusaha merebut simpati sebanyak mungkin penduduk Kepulauan Riau agar pada hari pemilihan kelak, bisa meraup suara terbanyak. Persoalan nanti jualan itu akan menjadi…

Posted on: 13 September 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 310

B. M. Syamsuddin di Panggung Pantai Piwang

Saya ingat semasa kecil ketika malam hari diajak bapak dan ibu pergi makan di luar rumah. Salah satu tujuan yang menjadi tempat favorit pada saat itu—setidaknya untuk keluarga saya—adalah pantai stres. Pantai stres pada saat itu masih timbunan tanah kuning. Ya, direklamasi. Jajanan semacam pecel lele melimpah ruah di situ,…

Posted on: 12 September 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 252

B. M. Syamsuddin dalam Kesedihan Keluarga

Sudah dari dua tahun lalu saya menuliskan harapan untuk bertemu dengan salah satu keluarga B.M. Syamsuddin. Karena saat ini hanya bisa bertemu dengan namanya di sebuah buku yang selalu saya incar untuk diarsipkan. Dan hari ini keinginan bertemu keluarga B.M. Syamsuddin itu terwujud. Berawal dari salah satu snapgram di IG…

Posted on: 28 August 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,121

Natunasastra di Numpang Nampang

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 lalu Natunasastra berkesempatan berbagi cerita kepada masyarakat Natuna melalui program Numpang Nampang yang diudarakan oleh Pro 2 “Pusat Kreativitas Anak Muda” RRI Ranai 99, 2 FM. Obrolan santai tersebut diisi oleh Azka Nahya Amanta dan Dinda Witria Annisa sebagai perwakilan dari Natunasastra. Acara yang…

Posted on: 21 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,580

Pelatihan Penulisan Pantun oleh FTBM Kabupaten Natuna

Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Natuna begitu gencar menjadi jembatan untuk transfer ilmu antara pemberi dan penerima. Seperti beberapa kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan, FTBM Kabupaten Natuna kembali mengadakan kegiatan literasi menulis pada Minggu, 19 Januari 2020. Kali ini, sastra lisan pantun menjadi garis besar kegiatan. Ellyzan Katan dari Natunasastra…

Posted on: 13 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 217

Pelatihan Penulisan Puisi oleh FTBM Kabupaten Natuna

Hari Minggu di jalan raya Ranai dan sekitarnya sedang ramai. Ibu-ibu melewati simpang empat menuju pasar. Anak-anak muda baru pulang dari jelajah pantai Piwang sejak matahari menjelang. Lapak-lapak pedagang penganan masih dikunjungi orang yang kesiangan. Masing-masing menyibukkan hari Minggu untuk kegiatan yang berlangsung semerdekanya. Salah satu kesibukan di hari libur…

Posted on: 7 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 245

Pagubuku Natunasastra: Pengarsipan Penulis Natuna dan Tulisan tentang Natuna

Awal tahun yang cerah ini, Natunasastra akan merilis buku, dokumen, artikel yang berhasil diarsipkan. Proses ekspedisi ini sudah berlangsung selama empat tahun sejak awal dibentuknya Natunasastra pada tahun 2016. Namun, karena terbentur dengan berbagai kendala, Natunasastra baru dapat mendata seperti di bawah. Hasil temuan didapat dari berbagai lokasi dan sumber.…

Posted on: 6 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 245

Panggung Budaya: Tradisi Lokal

Pergantian tahun kali ini di Natuna begitu sepi. Segelintir kelompok saja yang terdengar menyalakan kembang api, asap-asap jagung bakar yang mengebul, atau kumpul-kumpul mengobrol. Selebihnya seperti malam-malam seperti biasanya. Padahal di Pantai Piwang yang sedang jadi bahan pembicaraan publik tersebut, menyediakan ruang yang luas untuk merayakannya. Natunasastra senang dengan hadirnya…

Posted on: 6 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 414

Bersama Jabaruddin Yahya Perihal Mendu dan Suluk

Saya sudah berada di Ranai Square sepuluh menit sebelumnya.. Lewat Whatsapp, kami sudah sepakat bertemu pukul tiga belas lewat tiga puluh menit. Sambil menunggu beliau, saya keluarkan laptop dari tas biru yang sudah memacari punggung saya selama empat tahun itu. Membuka beberapa dokumen yang mesti diselesaikan. Pelayan berjilbab coklat datang…

Posted on: 23 December 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 1,374

Malam Puisi Natuna #3: Nyeni Akhir Tahun

Natunasastra menyadari bahwa Malam Puisi Natuna bukan lagi sekadar malam yang dipenuhi dengan pembacaan puisi. Lebih dari itu, Natunasastra menemukan karya-karya lain di luar bentuk puisi yang patut dan perlu diapresiasi oleh sesiapa pun. Hal itu sudah merambat ke karya seni lainnya. Karya itu lahir dari kreativitas komunitas maupun dari…

Posted on: 14 October 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 194

Natuna, Batik Tikar VS Batik Tulis

Ada satu hal yang saya soroti dan menjadi perhatian. Mengenai batik tulis yang katanya akan menjadi batik ‘khas’ Natuna. Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya mengenai hal ini. Kenapa batik tulis? Kenapa harus ada perlombaan itu? Apa esensi lomba itu? Apa kebutuhan dari lomba itu? dan pertanyaan lainnya. Mari…

Posted on: 27 May 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 284

Sayembara Cerpen Karya Anak Natuna

[Salah satu cara untuk mengembangkan potensi adalah dengan menantang diri kamu untuk melakukan sesuatu yang lebih!] Halo adik-adik SMP dan SMA di Natuna! Kali ini kami Tim Bakti Nusantara akan mengadakan Sayembara Cerpen yang dilaksanakan dari Tanggal 27 Mei hingga 28 Juni 2019. Syarat dan ketentuan bisa di lihat di…

Posted on: 29 April 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 230

Tabrak KRI, Bentuk Vietnam Tidak Tahu Terima Kasih Kepada Natuna; sisi historis

Sebenarnya sudah banyak kejadian penangkapan di Laut Natuna Utara dengan berbagai aksi yang dramatis antara KIA ilegal milik Vietnam dengan kapal perang Republik Indonesia. Berita yang baru saja viral terkait hal serupa bukan lagi bentuk penangkapan yang mainstream. Tindakan provokatif ditunjukkan kapal milik Vietnam yang menabrak dengan sengaja KRI Tjiptadi…

Posted on: 16 March 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 597

Sang Purnama-Ikhwanul Sohib Putra

Di kala awan mendung menyelimuti malamku saat itu kau datang dikala hatika sedang bimbang kau datang di kala kegelapan menimpaku pikirku buntu, bibirku bisu kuceritakan isi hatiku padamu. kugenggam erat dirimu wahai purnama betapa kusangat mengagumimu mungkinkah pancar sinarmu hanya untukku? wahai purnama, saat kau hadir membawa cinta kuharap kau…

Posted on: 2 March 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 502

Pecah Bual Sastra Bersama Natunasastra

Pada Rabu, 27 Februari 2019 di Lykkee Coffee Shop, Natunasastra mengadakan diskusi ringan tentang sastra yang diberi nama Pecah Bual Sastra: Sebuah Pertemuan sederhana bersama Natunasastra. Pertemuan ini diadakan karena sebagai langkah awal membiasakan para peminat di sastra untuk saling berdiskusi tapi tetap santai. Natunasastra menganggap perlu adanya pertemuan seperti…

Posted on: 1 March 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 301

Malam Puisi Natuna 2 ‘Ruang Ekspresi Tuang Emosi’ bagi Generasi Muda dan Masyarakat Natuna

Malam minggu kembali dingin dan suasana jalanan belum begitu ramai. Pada salah satu tembok bangunan sebuah kedai kopi di bilangan Pramuka sudah dibentuk sedemikian rupa menjadi panggung. Hiasan kain putih, lampu kelap-kelip, peti-peti buah mengisi latar belakang panggung. Nuansa sastra dibangun dengan susunan artistik buku dengan tambahan unsur lokal tikar…

Posted on: 8 December 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Literasi di Kelarik, Menarik!

oleh Nisa Afifah Open recruitment CPNS 2018 is beginning, bak oase di gurun pasir impian untuk melihat langsung “dunia lain” mulai tercerahkan. Berawal dari tayangan televisi yang memperlihatkan potret pendidikan anak-anak yang jauh dari hingar bingar ibu kota, cara mereka bertahan hidup, berdamai dengan keterbatasan tetapi penuh keceriaan merupakan sesuatu…