Posted on: 17 March 2022 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Tanjung

Lanun menculik Nek Resi, lalu membawanya ke kapal yang berada di bibir pantai. Kapal milik lanun itu segera berlayar meninggalkan pulau. Namun, Nyong sudah terlebih dulu tiba untuk menyelamatkan Nek Resi. Saking marahnya, Nyong menarik kapal tersebut sehingga bekas tarikannya itu membentuk satu garis lurus yang kini dikenal dengan nama Tanjung.  Pada saat itu, tempat tersebut masih dipenuhi rumput dan pepohonan.

Batu Takek

Keadaan Nyong begitu memanas ketika mengetahui bahwa Nek Resi diculik oleh para lanun menuju ke kapal. Nyong langsung mengejar para lanun. Namun sayang, para lanun bergegas lari. Sebelum pada akhirnya Nek Resi selamat dan para lanun mengakui kekalahan mereka, Nyong yang kesal tidak dapat menjerat para lanun itu lalu menarik sebuah batu dengan parangnya dan menakik batu tersebut. Sehingga terdapat bekas takik di salah satu sisinya. Batu itu dikenal dengan sebutan Batu Takek.

Batu Gendeng

Sebuah batu yang berada di hulu Sengiap ini berkaitan dengan legenda Telapak Kaki Tok Nyong. Pada saat penduduk dikejar-kejar oleh lanun, mereka naik ke atas batu. Lanun yang mengetahui tempat berlindung mereka itu, langsung mengeluarkan kapak untuk membelah batu. Namun, usaha lanun itu gagal karena mendengar ucapan dari katak-katak yang ada di situ. Mereka pun pergi dan kondisi batu tersebut sudah genting atau hampir terbelah. Maka batu itu dinamakan Batu Gendeng.

Batu Kukur

Dalam kehidupan sehari-hari, Nyong selalu meringankan pekerjaan maknya, Nek Resi. Salah satu pekerjaan yang dilakukan Nyong adalah memarut kelapa dengan menggunakan kukur. Alat memarut itu dipercaya sudah berubah menjadi batu. Letak batu ini berada di sekitar batu telapak kaki Tok Nyong. Batu tersebut saat ini dikenal dengan nama Batu Kukur.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.