Posted on: 6 August 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 5

oleh Wan Eddy Wan Izaz

Rentetan kekalahan Kerajaan Riau Lingga pada Belanda. Maka Residen Riau GF Bruijn Kops atas perintah Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia pada tahun 1911 membuat perjanjian baru. Isi perjanjian itu menyatakan bahwa Kerajaan Riau Lingga takluk di bawah Hindia Belanda. Sultan Riau Lingga tidak bersedia tunduk pada Hindia Belanda dan sultan tidak bersedia menanda tangani perjanjian itu. Akhirnya Sultan Abdul Rahman II Muazzamshah mengungsi ke Singapura dengan kapal Seri Daik.

Bertepatan dengan itu berkumpul seluruh datuk kaya Pulau Tujuh di gedung tempat kediaman Residen (Gedung Daerah) untuk menerima penjelasan-penjelasan dari penguasa Hindia Belanda di antaranya menyinggung tentang wilayah Pulau Tujuh mendapat perubahan pembagian wilayah yaitu wilayah datuk kaya pulau Bunguran dibagi dua wilayah yaitu Bunguran Barat dan Bunguran Timur.

Hasil dari pemecahan wilayah menunjukkan untuk memisah-misahkan puak-puak Melayu yang hidupnya sudah aman dan damai yang telah dibina oleh datuk kaya di Pulau Tujuh. Berdasarkan keputusan ini maka datuk kaya Bunguran Barat adalah Wan Muhammad Isa bin Wan Katam dan datuk kaya Bunguran Timur adalah Wan Muhammad Benteng bin Wan Husin.

Rujukan
1. Silsilah kerabat keturunan Wan kepulauan Natuna
2. Tukong Pulau Tujuh
3. Asal Usul Pulau Bunguran

5 People reacted on this

Leave a Comment