Posted on: 18 July 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

E untuk Elisabet

ialah fiman yang telah jauh tertulis
sejak adam dan hawa diciptakan
sebuah kalimat dengan awalan huruf mati
di hamparan eden yang hijau dan menguning:
karena takdir kita adalah saling mencinta

(2021)

P untuk Pheonix

jika dititik akhir kau kehilangan saya maka
kepakkan hatimu seperti sayap induk burung pheonix
terbanglah jauh ke udara, nikmatilah binar cahaya yang mengukuhkan
matamu, saksikan siluet lautan dan gunung yang
membentang seakan ingin menelan tubuhmu

sampai ketika yang kau tatap adalah keterasingan
pulanglah ke sarang, terlelaplah dengan tabah, pulihkan segala yang dendam
sebab barangkali yang ingin kau cintai
betapa selalu sirna tetapi betapa sungguh dengan kalimat yang mulia, yang lahir dari doa-
doamu akan selalu ada yang terahkir datang bisa menyentuh hatimu:
inilah tulang dari tulangku, daging dari dagingku

(2021)

Dhery Ane adalah seorang mahasiswa Ilmu Filsafat Unwira Kupang, NTT. Ia menulis puisi,
artikel, dan opini. Puisi-puisinya tersebar di sejumlah media onlline, jurnal sastra, majalah
puisi, dan buletin sastra. Juga tergabung dalam lebih dari sepuluh antologi seperti di
antaranya Menenun Rinai Hujan Bersama Sapardi Djoko Damano (2019), Semesta Jiwa
(2020), Antologi Sepeda dan Buku (2021) pilihan karya dalam festival gowes literasi
Sumatera Utara, antologi nomine terbaik sayembara nasional solusi buku Sebuah Usaha
Memeluk Kedamaian (2021). Kini, bergiat di komunitas sastra filokalia Kupang.

Leave a Comment