Posted on: 16 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 7,109

Mbecite Kelarik berkolaborasi dengan Kompasbenua mengadakan kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu yang diberi nama Kemah Suke-suke. Kegiatan itu dilaksanakan pada 13-14 Maret 2021 di pulau Maguk, salah satu pulau kecil dan indah yang terdapat di Kecamatan Bunguran Utara.

Selain Mbecite Kelarik dan Kompasbenua, kegiatan ini diikuti oleh Natunasastra, Lensa Natuna, dan kelompok pemuda Kelarik yang lebih senang disebut sebagai Tesalah Gaya. Sekitar empat puluh orang berangkat dari Pelabuhan Kelarik menuju pulau Maguk yang memakan waktu tiga puluh menit. Di dalam kapal Mina Maritim, sudah dipersiapkan segala air bersih, air galon, kayu, dan perlengkapan lain, mengingat di pulau Maguk keadaannya masih belum terjamah fasilitas apa pun.

Walau perjalanan sempat terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, tidak membuat peserta kegiatan surut semangatnya. Hal itu terlihat setelah sampai di pulau Maguk, sebagian langsung bergegas membangun tenda dan api unggun, sebagian lagi membantu kapal Mina Maritim yang sempat kandas karena di pulau tersebut belum tersedia pelabuhan.

Menjelang Magrib, akhirnya kapal Mina Maritim dapat mengatur haluannya kembali. Api unggun dan tenda sudah berdiri tegap. Mereka masing-masing menyiapkan diri untuk salat berjamaah dan beristirahat sampai Isya menjelang. Sehabis salat Isya, di tengah area perkemahan seluruh peserta kegiatan berkumpul makan bersama dengan lauk berbagai macam.

Acara utama berada setelah makan bersama, seluruh peserta dikumpulkan melingkar. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pembina Mbecite Kelarik, Syamsir, lalu dilanjutkan dengan pengenalan anggota baru Mbecite Kelarik dan komunitas yang hadir. Agenda sharing berjalan dengan santai dan hangat yang berasal dari api unggun yang sedari awal telah menyala. Kegiatan bertukar pengalaman dan pendapat ini bertujuan untuk mengikat tali rasa antarkomunitas dan menawarkan hal-hal yang sekiranya dapat mengembangkan potensi diri maupun daerah Kelarik sendiri, mengingat tujuan lain dari Kemah Suke-suke juga untuk mempromosikan pulau Maguk.

Untuk menutup malam, agenda selanjutnya adalah penampilan seni. Penampilan pertama dibuka oleh tiga orang bujangan yang mereka namai sebagai Bujang Lagak. Mereka membawakan tarian kreasi dengan iringan lagu Ajis Khan-Bujang Lagak, seniman asli Kelarik. Peserta lain merasa terhibur dengan gerakan yang lucu dan balutan kacamata ditambah kain sarung. Selanjutnya dari Natunasastra menampilkan pembacaan puisi dan gurindam. Lalu berselang-seling dengan Kompasbenua dan Mbecite Kelarik.

Keesokan harinya, peserta mengisi kegiatan dengan mengunjungi karang-karang di dekat pulau Maguk yang terbilang indah itu. Walaupun matahari menyengat, tidak menyurutkan diri mereka menikmati laut di pulau Maguk. Selain itu kelompok pemuda Kelarik, Tesalah Gaya mengisi kegiatan dengan senam pagi dengan gerakan yang membuat siapa saja melihatnya menjadi terhibur.

Siang hari, kapal Mina Maritim menjemput peserta kemah. Pengalaman menarik hadir di sini. Air belum pasang seutuhnya, membuat kapal harus berlabuh ketimbang karam terkena karang. Untuk proses pengangkutan barang dan orang, tim dibantu oleh nelayan dengan pompong kecil. Proses pengangkutan dilakukan sebanyak 4 kali dan kloter terakhir ikut mengiringi pompong sampai ke kapal. Setelah semua berhasil naik ke atas, kapal pun angkat jangkar dan berlayar menuju pelabuhan Kelarik. Sepanjang perjalanan, terlihat wajah-wajah lelah tapi bahagia.

(din-toknyong.com/foto:Hermandhes)

7,109 People reacted on this