Posted on: 1 March 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 95

IMG-20190217-WA0068Malam minggu kembali dingin dan suasana jalanan belum begitu ramai. Pada salah satu tembok bangunan sebuah kedai kopi di bilangan Pramuka sudah dibentuk sedemikian rupa menjadi panggung. Hiasan kain putih, lampu kelap-kelip, peti-peti buah mengisi latar belakang panggung. Nuansa sastra dibangun dengan susunan artistik buku dengan tambahan unsur lokal tikar pandan khas Serasan sebagai lantai. Sinaran lampu memuat cahaya menjadi warna keemasan. Setelah sembahyang Isya, pengunjung berdatangan  mengisi kursi yang masih kosong. Sebelum malam terlalu malam, pukul delapan lewat lima belas menit, pewara berdiri di panggung membuka dengan sapaan halo sambil intermezo sejenak. Terlihat raut senang dari pewara dengan pengunjung yang semakin malam semakin ramai.

Hadir malam itu, Sabtu, 16 Februari 2019 di Kedai Sepertiga Malam pegiat-pegiat sastra, beberapa sekolah, komunitas, dan masyarakat yang tertarik untuk menyaksikan acara Malam Puisi Natuna. Satu per satu penampilan pun mampu menghibur para penonton. berbagai penampilan yang tidak hanya pembacaan puisi membarikan warna hidup pada acara. Penampilan pantomim dari siswa Pengadah, pembacaan puisi daerah dari Batubi, musik dari Yara dan Indrasyah Musik, Stand up Comedy dari SMA 2, monolog, pembacaan puisi, pantun, syair, gurindam, dan penampilan lesung alu yang ditunggu-tunggu membuat penonton betah di tempatnya. Malam puisi natuna

Lokasi acara yang terletak di pinggir jalan raya tentu mudah sekali terdengar knalpot dengan bunyi bising dan kebut-kebutan yang tidak bisa diatasi instan, tetapi acara tetap berlangsung dengan penuh kegembiraan. Sampai pada akhir acara, seluruh pengunjung diminta untuk maju ke depan untuk secara saksama menyanyikan salah satu lagu wajib nasional Indonesia, yaitu Indonesia Pusaka dengan iringan dari owner Kedai Sepertiga Malam dan Indrasyah Musik. Penutup itu begitu berkesan karena lampu kilat dari gawai pengunjung dinyalakan selama nyanyian berlangsung dan diakhiri dengan foto bersama.

Walaupun dinamakan Malam Puisi Natuna, tetapi isi penampilan terbuka bagi generasi-generasi muda maupun masyarakat yang memiliki potensi di bidang seni. Natunasastra dan #Natunees sebagai rekan kegiatan menganggap potensi seperti itu harus diberi ruang agar apresiasi untuk karya mereka tetap ada.IMG-20190217-WA0066

Malam Puisi Natuna ini kembali hadir sebagai rasa keresahan banyaknya potensi yang tersebar di sekitar kita, namun tidak memiliki ruang untuk dipertunjukkan. Sama seperti pada Malam Puisi Natuna pertama, pada malam itu masing-masing penampil menunjukkan kemampuan mereka yang tidak bisa dipandang mata dan apresiasi yang tinggi dari setiap pengunjung.

Acara ini diselenggarakan oleh Natunasastra dan #Natunees, didukung oleh rekan-rekan dari Indrasyah Musik, Alif Stone Park, Kedai Sepertiga Malam.

Sampai berjumpa kembali para pegiat seni karya di Perbatasan pada Malam Puisi Natuna ke-3.

Natunasastra

95 People reacted on this

  1. Hi, I do believe this is a great website. I stumbledupon it 😉 I’m
    going to come back yet again since i have book marked it.
    Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich
    and continue to help other people.

  2. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wished to say that I have really enjoyed browsing your
    blog posts. After all I will be subscribing to your feed and
    I hope you write again soon!

  3. In its indigenous Southeast Asia, the durian is definitely an day to
    day meals and portrayed within the regional
    media in accordance While using the cultural notion it has from the location.
    Free Account – New Free Accounts And Passwords
    free accounts

  4. In place of increasing from a plant, the flexibility merely regenerates
    inside A further related fruit which then transforms in to the Satan Fruit in issue,
    as noticed when Smiley “died” and the power of the Sara Sara no Mi,
    Model: Axolotl was reborn into a close-by apple.

    Free Account – New Free Accounts And Passwords
    free accounts

  5. Mainly because numerous parts of the flower Other than the ovary
    may possibly contribute into the framework of a fruit, it is
    necessary to study flower composition to know how a certain fruit forms.[
    Free Account – New Free Accounts And Passwords
    free accounts

Leave a Comment