Posted on: 16 February 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 12

Kelas Penulisan Cerpen bersama Buku untuk Natuna dan Natunasastra. Kurang lebih begitulah nama  kegiatan yang telah berlangsung di Natuna. kelas penulisan cerpen ini diisi oleh Destriyadi selaku pegiat sastra Natuna, mengambil kesempatan di saat libur kuliah. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama yaitu hari minggu, tanggal 18 Februari 2018 peserta yang dikhususkan untuk siswa SMA didapatkan sebanyak empat orang yang mana pada sebenarnya jumlah kuota yang dibatasi sebanyak lima belas orang. Keempat orang siswa SMA ini berasal dua dari SMA N 1 Bunguran Timur dan dua siswa dari SMA N 1 Bunguran Tengah. Peserta dibimbing dan langsung mempraktikkan bagaimana menulis cerpen. Para peserta mengikuti dengan santai dan sedikit malu. Bertempat di sanggar langkadura, keempat peserta terus menggunakan laptop dan buku-pena mereka untuk terus menulis, hingga di akhir kegiatan, peserta diberi tantangan untuk membuat satu buah cerpen bertema bebas dan waktu pengerjaan selama satu minggu.

Pada pertemuan kedua yaitu hari Minggu, tanggal 25 Februari 2018, cerpen yang sudah peserta tulis lalu dibahas bersama-sama.  Kemampuan peserta sebenarnya memiliki potensi yang bagus, tetapi dengan bimbingan kelas penulisan cerpen ini terlihat celah-celah yang harus diperbaiki sehingga nantinya saat peserta selelai mengikuti kegiatan ini mampu membuat cerpen lebih bagus lagi. pada akhir pertemuan kedua, peserta diberi tantangan kembali menulis cerpen dengan tema Natuna. cerpen peserta yang telah selesai, akan dipublikasikan ke laman Natunasastra.wordpress.com sebagai bentuk apresiasi kepada peserta juga wadah untuk pembaca menilai karya-karya peserta.

Kemampuan mereka akan diasah dengan tantangan-tantangan yang belum pernah mereka coba. Sebenarnya, terlihat sekali kalau belum mampu mengeksplorasi tulisan cerpennya. Maka banyak hal-hal baru yang mereka terima saat kelas penulisan cerpen, sehingga lebih membuka pemikiran mereka tentang konsep menulis cerpen.  Kegiatan ini tanpa memungut biaya sepeser pun dari peserta yang mengikuti kelas penulisan cerpen. bisa dikatakan bahwasanya kegiatan ini masih langka dan sesuatu yang belum dianggap serius bahkan penting bagi masyarakat terlebih generasi milenial saat ini.  Peserta mengakui jika selama ini hanya menulis satu buah cerpen atas dasar tugas yang guru sekolah berikan. Peserta juga memiliki ragam kesukaan genre penulisan seperti romansa, horor, persahabatan, cinta.

Ranai, 26 Februari 2018KELAS PENULISAN CERPEN TERBARU - Copy

12 People reacted on this

Leave a Comment