Posted on: 16 December 2018 Posted by: redaksi toknyong Comments: 87

Hari ini hari Sabtu, aku mendapatkan tugas yang menjenuhkan sekali. aku memutuskan untuk keluar rumah sebentar mencari udara segar agar tidak stres atau mungkin setelah jalan-jalan aku bisa fresh lagi buat ngerjain tugas yang menjenuhkan ini. Aku langsung menuju Pantai Kencana dengan mengendarai motor kesayanganku. Aku duduk-duduk di Pantai Kencana tepatnya di bawah pohon sambil memakan snack. Aku melihat orang dewasa, remaja dan anak-anak bermain di pantai itu. tiba-tiba ada seorang lelaki duduk di sebelahku. Kemudian dia mengajakku berbicara.

“Sore, boleh aku duduk di sini?”

“Boleh saja. Silakan”

            Kalau dilihat sepertinya dia mahasiswa di kampus STAI Natuna. aku tahu kalau dia mahasiswa di STAI karena dia memakai jas warna biru dongker, aku terus berusaha melirikna untuk memastikan perkiraanku saja. Tanpa aku sadar dia juga lebih lama memperhatikanku.

             Dia langsung memulai pembicaraan dan memecahkan lamunanku,

“Hei, kenapa kau terus memandangku?”

“Aku tak memandangmu, aku melihat orang di belakangmu”, mencoba mengelak.

“Tapi, tak ada siapa pun di belakangku?” sambil menoleh ke belakang. Aku hanya bisa terdiam dan mencari-cari alasan.

“Kalau boleh tahu nama kamu siapa?”,

“Aku Ilyas mahasiswa di STAI Natuna” ucapnya.

“Aku Rika” jawabku singkat, ternyata benar dugaanku kalau dia mahasiswa STAI Natuna.

“Kamu sekolah apa?”

“Aku masih SMA”

“Oh, aku pikir kamu mahasiswa STAI juga, kok bisa kamu ada di sini?”

“Aku lagi bosan aja di rumah, makanya pengin cari udara segar aja.”

“Memangnya rumah kamu di Mana?”

“Di Sungai Ulu.”

“Kamu habis dari mana?” tanya Kak Ilyas.

“Dari rumah kok, kalau Kakak?”

“Aku habis dari STAI” Jawab Kak Ilyas singkat.

“Oh gitu. Ngomong-ngomong udah Magrib nih Kak. Aku harus segera pulang nih kak, takut dimarahin mama pulangnya Magrib.”

“Okey, Hati-hati, ya.”

“Iya, Kak.”

            Karena hari sudah menunjukkan pukul 17.30. aku segera pulang takut dimarahin mama. Aku pulang seperti orang gila, senyum-senyum gak jelas. Karena baru kali ini ketemu lelaki terasa aneh. sesampainya di rumah  aku langsung siap-siap untuk salat. Setelah selesai salat aku langsung mulai mengeluarkan tugasku yang harus dikumpulkan hari senin. Meskipun aku tak suka dengan tugas sejarah, aku tetap mengerjakan saja untuk mengisi daftar nilaiku. Mungkin ini yang dinamakan kewajiban seorang pelajar. Pelajaran sejarah adalah pelajaran yang kuanggap lebih sulit dibandingkan dengan pelajaran ekonomi. Karena seni sejarah mempelajari tentang sejarah yang ada di Indonesia dan aku tak ahli di bidang itu.

Di sore Minggu ini kebiasaanku adalah duduk-duduk di Pantai Kencana sambil menikmati pemandangan yang ada, aku selalu duduk di bawah pohon yang besar itu karena tempatnya teduh dan sejuk. Kali ini aku tak membawa snack  seperti biasanya. Mungkin karena terlalu bersemangat sampai-sampai lupa membawa isi perut. Aku leibh memilih duduk-duduk sambil memainkan handphone-ku. Karena terlalu asyik main game  di ponselku, sampai tak sadar kalau disebelahku ada seorang laki-laki duduk disampingku. Dan tiba-tiba ada suara yang tertuju padaku, tak kusangka suara itu berasal dari laku-laku yang duduk disampingku.

“Hai!” Suara lelaki itu.

“Hai juga”

“Kamu masih ingat dengaku?”

“Hm, siapa ya?” aku bingung

“Aku Ilyas, yang kemarin itu loh. Kamu Rika, kan?”

“Oh, iya-iya aku ingat. Iya aku Rika”

“Aku gak nyangka kalau kita bisa ketemu lagi. aku pikir kemarin adalah pertemuan kita yang pertama dan terakhir.”

“Iya, aku pikir juga begitu”

Kring… kring…

            Tidak lama kami mengobrol tiba-tiba handphone-ku berbunyi sehingga memecahkan suasana percakapanku dengan kakak Ilyas. Ternyata sms dari mamaku untuk menyuruhku segera pulang. Mungkin mama menyuruhku pulang karena sudah lama jalan-jalannya. “Kak, Rika pulang dulu, ya” kataku sambil terburu-buru. “Okey, tapi bisa nggak kamu temui aku Senin malam di sini habis salat Isya?”

“Okey, Kak, akan Rika usahakan”. Aku langsung mengendarai motorku dan bergegas pulang. Karena terlalu terburu-buru aku sampai lupa meminta nomor handphone Kak Ilyas. Tapi untung saja dia memintaku untuk menemuiny setelah salat Isya. Aku merasa sedikit lega sekarang meskipun tak mendapatkan nomor handphone-nya masih tetap bisa bertemu orangnya.

Sesampainya aku di rumah aku langsung mencari mama untuk menanyakan mengapa mama menyuruhku pulang. Dan kutemukan mam di ruang makan sedang menghidangkan makanan. Aku bertanya kepada mama, “Ada apa mama kok tadi sms aku?” dengan entengnya menjawab, “Mama hanya mau nyuruh kamu makan sebelum kita pergi ke rumah nenek untuk nginap di sana untuk sementara ini. Rasa kecewa dan kesal terkumpul dibenakku. Andaikan tadi mama tidak sms aku, mungkin aku bisa lebih lama mengobrol dengan Kak Ilyas. Karena hanya itu yang ingin disampaikan oleh mama. Aku langsung saja menuju kamar untuk meredakan kekecewaanku dan melupakan kesalku agar tak berkelanjutan.

Rika Agustina

87 People reacted on this

  1. He Makes Money Online WITHOUT Traffic?

    Most people believe that you need traffic to profit online…
    And for the most part, they’re right!
    Fact is.. 99.99% of methods require you to have traffic.
    And that in itself is the problem..
    Because frankly, getting traffic is a pain in the rear!
    Don’t you agree?
    That’s why I was excited when a good friend told me that he was profiting, but with ZERO traffic.
    I didn’t believe him at first…
    But after he showed me the proof, it’s certainly the real deal!
    I’m curious what your thoughts are.
    Click here to take a look >> https://bit.ly/3mOAfVp
    Please view it before it’s taken down.

Leave a Comment