Posted on: 24 May 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

oleh Wan Eddy Wan Izaz

Setelah Jambu/Patani dikalahkan oleh Siam, maka banyak rakyat dan kerabat kerajaan Patani lari menyelamatkan diri. Kekalahan Patani bersebab adanya pengkhianatan oleh orang dalam kerajaan yang menjadi tali barut British dan Siam. Kekalahan yang teruk bagi negeri Patani membuat rakyat dan kerabat banyak yang berhijrah. Negeri di selatan adalah tumpuan utama mereka. Tapi negeri yang jauh bukan halangan untuk menyelamatkan kaum kerabat dari kekejaman puak perut hijau.

Datuk Bendahara Wan Lingkai adalah di antara kerabat kerajaan Patani yang selamat dari kejaran tentara Siam. Tujuan mereka adalah pulau Bunguran.

Disebutkan, “…. Datuk Bendahara Wan Lingkai membawa dua orang anak laki lakinya Wan Gilap dan Wan Barul serta anak saudaranya dua orang Wan Rangga dan Wan Intan (laki laki), bersama mereka ada 120 orang…”.

Setelah segala suatu untuk pelayaran ke Pulau Bunguran telah siap maka berlayarlah mereka ke pulau Bunguran. Setelah berlayar beberapa lama, maka akhirnya sampailah mereka ke pulau Bunguran. Disebutkan “… Akhirnya sampailah ke Bunguran, berhenti di Tanjung Batang…”

Setelah sampai, maka ahli rombongan mulai naik ke darat untuk berehat dan mencari air bersih. Kemudian rombongan yang laki-laki membuat kampung di situ. Akhirnya mereka berkampung dan menetap di situ.

Lalu datanglah Datuk Kaya Penibung ke Tanjung Batang, apabila bertemu dengan Datuk Bendahara Wan Lingkai, maka kata Datuk Penibung, “Janganlah engkau tinggal di sini, baiklah engkau segera undur…,” jawab Datuk Bendahara Wan Lingkai, “.. sebabnya saya datang ke sini negeri saya dialahkan oleh Siam. Tiba-tiba saya datang ke sini hendak diperang pula…. saya tidak akan berundur. Mana-mana suka buatlah.”

Maka Datuk Kaya Penibung berundur kembali ke Sungai Penibung. Setelah kira-kira tiga bulan lamanya, datanglah Datuk Kaya Muhammad Penibung ke Tanjung Batang membawa Datuk Bendahara Wan Lingkai menghadap Sultan Abdul Jalil di Johor. Mereka bertemu di Rambunia.

Setelah menghadap Sultan dan mendapat nasihat, mereka kembali ke Bunguran. Beberapa waktu kemudian saudara Datuk Kaya Muhammad Penibung yaitu Putri Seri Bulan menikah dengan Datuk Wan Lingkai dan mendapat dua orang anak, Wan Taklim dan Wan Hakim.

Rombongan Datuk Bendahara Wan Lingkai kekal bermukim di Tanjung Batang. Walau dalam perkembangan waktu, terjadi juga diaspora orang Patani di Tanjung Batang ke berbagai tempat di Pulau Bunguran dan Kepulauan Natuna.
(editor DIN/foto Jonk Nen)

Leave a Comment