Posted on: 30 March 2021 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

oleh: Wan Eddy

Kampung Kelarik Tengah terletak di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Kampung Kelarik Tengan pada awal tahun 1900-an masih berupa hutan dan kebun kelapa atau kebun nyok, sebutan bagi masyarakat Natuna. Pada masa itu, belum ada orang yang membuat pondok atau rumah.

Ada beberapa orang mencoba untuk membuat pondok atau rumah, tapi selalu gagal. Tatkala sudah dicoba untuk memancang tiang rumah pada siang hari, maka keesokan harinya tiang rumah itu sudah tumbang dan berserakan di lahan yang akan dibuat rumah. Tumbangnya tiang rumah ini adalah angkara sejenis hewan yang dipanggil Nangoi, yaitu sejenis babi kecil tapi ganas. Begitulah setiap kali ada yang mencoba membuat rumah. Sehingga yang berhajat membuat rumah menjadi tawar hati dan tak minat untuk membuat rumah lagi.

Haji Wan Mansur (1882-1943) adalah salah seorang yang meneroka dan membuka kebun nyok di Kelarik Tengah. Haji Wan Mansur berencana membuat rumah. Pekerjaan membuat rumah akan dikerjakan bersama dengan anaknya yang bernama Wan Muhammad Siak.Termasuk ukiran-ukiran yang terdapat di rumah itu. Menurut cerita bahan untuk membuat rumah didatangkan dari Singapura.

Setelah rumah selesai dikerjakan, maka Haji Wan Mansur membawa keluarga beliau pindah ke rumah baru di Kelarik Tengah. Setelah keluarga Haji Wan Mansur mula bermukim di kelarik Tengah, maka mulailah keluarga lain membina rumah di kelarik tengah. Kampung Kelarik Tengah pun mulai ramai.

Sejak berdirinya rumah Haji Wan Mansur maka bertukarlah dari sekadar kebun nyok menjadi perkampungan. Kemudian dikenal sebagai kampung Kelarik Tengah.

sumber foto: facebook Muhamad Wan Besa

Leave a Comment