Posted on: 21 January 2020 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Natuna begitu gencar menjadi jembatan untuk transfer ilmu antara pemberi dan penerima. Seperti beberapa kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan, FTBM Kabupaten Natuna kembali mengadakan kegiatan literasi menulis pada Minggu, 19 Januari 2020. Kali ini, sastra lisan pantun menjadi garis besar kegiatan. Ellyzan Katan dari Natunasastra memberikan materi yang ia kuasai tersebut. Kemampuannya dalam mengolah kata-kata menjadi rima dan irama yang elok tidak perlu diragukan lagi. Ia rutin membagikannya di media sosial pribadinya.

Peserta yang hadir berjumlah limabelas orang. Mereka datang dari tempat yang berbeda. Ada yang membawa komunitas dan organisasinya dan ada pula yang datang dengan dirinya sendiri. Forum Anak Natuna dan Taman Baca Taman Ilmu menjadi penyumbang peserta terbanyak hari itu. Walaupun hari Minggu begitu terik, tidak membuat peserta menjadi surut semangat. Tema yang diangkat adalah “Lagak Berpantun”. Kegiatan dibuka tepat pada pukul 8.30 pagi. 

sesi foto selepas pelatihan. sumber: FTBM Natuna

Tidak hanya menyampaikan pemaparan mengenai pantun, peserta juga diajak berlatih menulis pantun. Bagi peserta yang beruntung setelah membacakan pantunnya, diberikan buku karangan Ellyzan Katan sendiri. Dalam ruangan itu, di Kantor Haluan Kepri Biro Natuna, ia menyampaikan kepada peserta bahwa, menulis itu seperti mengiris bawang. Jika dilakukan sesekali saja, maka akan lambat. Namun, jika sering mengiris bawang, kita akan terbiasa dan semakin cepat. Hal itu menurut Ellyzan Katan serupa dengan menulis. Jika kita hanya menulis sekali-sekali, maka tulisan akan lambat selesai. Namun hasil yang berbeda jika menulis dilakukan rutin.

Semangat masyarakat dan generasi muda untuk menyelami pantun yang notabenenya menjadi tradisi orang melayu tidak bisa dibilang rendah. Sebab, tujuh peserta berasal dari Taman Baca Taman Ilmu yang berada di Desa Mekar Jaya-Pian Tengah rela datang untuk menimba ilmu. Jarak yang mereka tempuh 1,5 jam dengan menggunakan mobil pick up pada saat cuaca panas. Tujuh peserta yang kesemuanya wanita ini tidak ada mengeluh di mukanya, malah mereka terlihat senang mendapat ilmu dan bertemu orang-orang baru.

Ranai, 20 Januari 2020

Leave a Comment