Posted on: 2 March 2019 Posted by: redaksi toknyong Comments: 0

IMG-20190227-WA0017Pada Rabu, 27 Februari 2019 di Lykkee Coffee Shop, Natunasastra mengadakan diskusi ringan tentang sastra yang diberi nama Pecah Bual Sastra: Sebuah Pertemuan sederhana bersama Natunasastra. Pertemuan ini diadakan karena sebagai langkah awal membiasakan para peminat di sastra untuk saling berdiskusi tapi tetap santai. Natunasastra menganggap perlu adanya pertemuan seperti ini selain sebagai ajang silaturahmi antarsesama penulis dan pegiat sastra adalah sebagai ruang untuk saling berbagi terhadap karya, buku, keresahan, apapun. Pecah Bual sebagai frasa yang digunakan di Natuna dapat diartikan bebas kurang lebih seperti ngobrol-ngobrol.

IMG-20190227-WA0016Rekan-rekan yang hadir pada sore hari itu dari Lasak SMA N 2 Bung. Timur, Forli (Forum Literasi) SMA N 1 Bunguran Timur Laut, Yudhianto Mazdean (Penulis), Helmi Green (Penggerak), Reda (Natunees), dan Destriyadi (Natunasastra). Pertemuan ini dimulai dengan perkenalan, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan ketertarikan di dunia sastra. Mulai masing-masing rekan bercerita, dialog-dialog muncul dan pembicaraan mengalir begitu saja. Pertanyaan bermunculan tentang hal-hal dasar menulis.

Yudhianto Mazdean sebagai penulis di Natuna yang telah mengeluarkan buku jadi incaran fokus pembicaraan. Seperti bagaimana agar berani menunjukkan karya mereka kepada orang lain, tembus ke media, dan lainnya. Masing-masing rekan yang hadir juga berbagi pengalaman bagaimana proses kreatif mereka berkarya kepada sesama.

Pertemuan ini tidak berlangsung lama, hanya sebatas Magrib. Sebelum pertemuan ditutup, rekan-rekan diberi tantangan menulis puisi dalam waktu lima menit. Hitungan dimulai, mereka begitu serius memandang layar gawai sambil berpikir keras menemukan kata-kata yang tepat. Dalam tantangan ini, tidak ada yang menang atau kalah. Semua yang mengikuti tantangan diberi masing-masing satu buku sebagai pemantik mereka agar terus berproses.

Natunasastra.Pecah Bual Sastra

Leave a Comment